Categories: PEGUNUNGAN

Bupati dan DPRD Yahukimo Minta Polda Tindak Tegas Pemukulan Wartawan

Abok Busup  ( FOTO: Noel/Cepos

JAYAPURA – Bupati Kabupaten Yahukimo Abok Busup bersama Ketua DPRD Yahukimo Mari Mirin secara tegas meminta kepada Kapolres Yahukimo dan Polda Papua untuk menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap wartawan di Yahukimo beberapa waktu lalu.

Kata Abok, pelaku yang melakukan pemukulan kepada wartawan harus ditindak tegas karena wartawan bekerja secara independen untuk memberikan informasi kepada publik.

“Saya sudah bilang kepada Kapolres agar pelaku itu ditindak tegas dan diatas Kapolres ada Kapolda, maka Kapolda juga harus tegas kepada anggotanya supaya tidak boleh lagi pukul wartawan waktu mereka liput karena mereka (Media) independen yang meliput berita” katanya.

  Diakui bahwa peristiwa pemukulan itu terjadi secara spontan sehingga hal seperti ini harus dipahami bersama.

” Kadang-kadang saat di lapangan tidak terkontrol sehingga terjadi masalah pemukulan wartawan, tetapi ke depan tidak boleh lagi wartawan dipukul, karena wartawan mereka ini independen memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media massa,” katanya.

  Dikatakan, pemerintah Yahukimo tegaskan bahwa kasus pemukulan wartawan yang terjadi di Yahukimo merupakan pertama dan terakhir dan jangan pernah terjadi lagi oleh siapapun termasuk oleh aparat keamanan.” Kami mau sampaikan pemerintah tegas agar pemukulan wartawan ini tidak boleh dilakukan lagi di Kabupaten Yahukimo,” katanya katanya.

  Sementara itu, Ketua DPRD Yahukimo Mari Mirin mengatakan hal yang serupa. Ia  meminta agar pihak kepolisian menindak tegas pelaku yang melakukan pemukulan sesuai undang-undang pers

  ” Kami harapkan polisi yang memukul wartawan dan yang menimbulkan persoalan harus diproses hukum supaya ke depan wartawan jangan jadi sasaran dan ini tidak boleh, karena kurang bagus. Mereka ini wartawan yang meliput informasi dan memberikan edukasi lewat media kepada masyarakat di Yahukimo, kalau wartawan tidak menulis maka Kabupaten Yahukimo masyarakatnya bisa kosong informasi pembangunan dan edukasi,” katanya.

  Sebelumnya jurnalis Jubi Piter Lokon yang bertugas di Dekai, Ibu kota  Kabupaten Yahukimo menerima kekerasan dari polisi yang melakukan pengamanan dalam aksi demonstrasi berujung kerusuhan di daerah itu, Rabu (18/12)

  Piter saat itu sedang melakukan tugas jurnalistik meliput kejadian dan harus menerima pukulan dengan popor senjata api dari polisi (diduga Brimob) di bagian pinggang dan tangan, yang mengakibatkan bengkak di kedua bagian tubuhnya itu. Selain menerima kekerasan, alat kerja berupa tas noken telepon genggam, kamera dan buku catatannya disita oleh polisi, (oel).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

9 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

11 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

13 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

14 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

15 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

16 hours ago