

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSI saat melakukan koordinasi dengan Direktur RSUD Wamena Dr. Elly Sahureka , Mkes untuk membuka ruangan bangsal untuk perawatan pasien Covid -19 di RSUD Wamena, Kamis (8/7). (FOTO: Denny/Cepos )
WAMENA-Tingginya kasus penyebaran Covid -19 di Wamena saat ini, membuat tempat penampungan yang disediakan oleh pemerintah baik di RSUD Wamena maupun tempat yang disediakan pemerintah daerah, semuanya kini telah penuh. Bahkan RSUD Wamena harus membuka ruangan bangsal lagi dan satu ruang transit lagi.
Ketua tim Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan per tanggal 6 Juli kemarin, jumlah pasien covid-19 mencapai 152 orang yang masih dirawat dan baru 4 orang yang dinyatakan sembuh. Sementara 7 juli kemarin, ada tambahan 9 orang warga yang positif dari penumpang yang masuk.
“Karena tempat penampungan kita di 3 tempat di Wamena penuh, kini kita buka lagi dua bangsal untuk dipakai untuk penanganan Covid -19 dan juga ada 1 lagi ruang transit di RSUD Wamena,” ungkapnya, Kamis (8/7) kemarin.
Ia juga menyatakan pihaknya berencana untuk menutup penerbangan khusus untuk penumpang selama 2 minggu untuk menekan laju penyebaran Covid -19 di Jayawijaya. Sebab kalau tidak, angka penyebaran Covid -19 ini akan terus meningkat setiap hari.
“Sekarang ada tiga ruangan baru yang kita gunakan untuk penanganan Covid-19 dan dua di luar, sementara persediaan tabung oksigen saat ini masih mencapai 130, dan ada alat kita untuk melakukan pengisian tabung oksigen dimana sehari bisa mengisi 50 tabung.” bebernya
Kata Bupati, dari RSUD Wamena juga meminta tambahan tenaga honorer dan ia sudah memerintahkan untuk merekrut tenaga medis untuk membantu tenaga kesehatan di RSUD Wamena yang sudah ada maupun tempat karantina yang ada di luar.
“Saat ini kita butuh perawat yang bisa digunakan untuk bisa menjaga pasien di tempat karantina yang disiapkan oleh pemerintah, kita menerima tenaga honorer dengan basic pendidikan dari kesehatan,”katanya.
Ia memastikan perekrutan honorer tenaga kesehatan ini dimaksud untuk menambah tim medis yang sudah ada dalam melakukan perawatan terhadap pasien Covid -19 di jayawijaya, sebab tidak bisa semua petugas kesehatan difokuskan ke penanganan Covid sebab pelayanan yang lain juga harus jalan di RSUD Wamena.
“Kita sudah buka 3 ruangan, sehingga ada tenaga yang kita rekrut untuk ditempatkan khusus penanganan Covid -19, sedangkan pelayanan lainnya juga harus tetap jalan seperti biasa kepada masyarakat,”tutupnya. (jo/tri)
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…