“Bantuan ini difokuskan ke Kampung ini karena dekat dengan kali baliem sehingga dampaknya sangat merugikan masyarakat dan menjadi salah satu tempat yang terparah,”Kata Charles
Di tempat yang sama Ketua Fraksi Garuda Marthinus Itlay menyatakan yang ingin ditekankan kepada pemerintah adalah penanganan pasca banjir, sebab bencana ini sudah menghancurkan perkebunan warga yang menjadi sumber pangan sehari -hari.
“Kami ingin sampaikan jika pemerintah harus memperhatikan warga yang terdampak banjir sampai bisa mengelola lahan pertaniannya kembali hingga panen sehingga butuh waktu 3-6 bulan kedepan,”beber Itlay
Marthinus mengaku apabila hal ni tidak di perharikan oleh pemerintah akan menimbulkan bencana yang lain seperti kelaparan, sebab warga selama ini hanya mengantungkan kehidupannya pada perbebunan yang dibuat, kalau harus kembali menenam itu butuh waktu yang lama untuk bisa mendapatkan hasilnya guna dan memenuhi sebutuhan keluarga.
“Kami lihat apabila penanganan pasca banjir ini tidak dilakukan pemerintah daerah akan timbul masalah baru dalam masyarakat khususnya yang terdampak banjir,” tutupnya (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…