

Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH saat menjelaskan peran dan fungsi satuan polisi Baliem di depan 100 orang perwakilan 40 Distrik se Jayawijaya di Sasana Wio I Kantor Bupati Jayawijaya Senin (7/4) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Sebanyak 100 orang pemuda yang merupakan perwakilan dari 40 Distrik se Kabupaten Jayawijaya direkut Pemkab Jayawijaya untuk membentuk Satuan Polisi Baliem. Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH. MH menyatakan untuk pembentukan polisi Baliem ini mereka akan diberikan pelatihan dan seragam khusus, karena diketahui bersama dalam Kota Wamena tidak terlepas dari gangguan keamanan, baik itu pembuatan dan penjualan serta konsumsi miras lokal ditengah masyarakat marak.
“Selain Miras, masih banyak ditemukan warga yang membawa sajam, perampokan, begal. Untuk menegakan itu semua, kami mengumpulkan 100 orang diambil dari setiap Distrik 2 orang yang menurut hemat dari masyarakat distrik bisa mengharumkan nama distriknya,”ungkapnya di sasana Wio I Kantor Bupati Jayawijaya Senin (7/4)
Menurutnya, Dari 40 Distrik ini mengirimkan perwakilannya ke kabupaten untuk membantu bersama rekan -rekannya menjaga keaman dan ketertiban, baik pada waktu aktifitas pagi hari, siang hari dan malam hari dalam bentuk patroli dalam kota Wamena dan sekitarnya.
“Kita mau mencoba melihat perbedaan sebelum membentuk polisi baliem dan sesudah membentuk satuan tersebut apakah ada perbendaan terkait dengan masalah keamanan dalam kota Wamena atau tidak,”jelas Athenius Murib
Bupati menambahkan jika pemerintah menyadari aparat yang bertugas di lapangan setiap saat ini jumlahnya juga terbatas jumlahnya untuk melaksanakan tugas siang dan malam, oleh karena itu ini alternatif Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk membuat kota Wamena yang sore atau malam hari tidak mencekam dan orang bisa beraktiritas.
“Untuk pelatihannya sendiri berbeda dengan pelatihan tentara meskipun pelatihnya dari Polres Jayawijaya dan Kodim 1702/ Jayawijaya kita koordinasikan, Polisi Baliem ini hanya mempersiapkan fisik, mentalitas, baris -berbaris dan pembentukan jiwa korsa untuk menerima tanggungjawab baik untuk diri sendiri maupun kelompokuntuk mengamankan kota Wamena.” tutupnya Bupati Jayawijaya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.…
Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak…
“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami…
Kasus ini dinilai harus menjadi momentum krusial untuk membenahi tata kelola program strategis nasional tersebut…
Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang…