

Prakirawan (Forecaster) BMKG Wamena Gema Reksa memberikan keterangan terkait perubahan mendadak cuaca di Wamena Senin (6/10). (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA– Dalam beberapa hari terakhir suhu di Papua Pegunungan terasa lebih dingin dari biasanya, ternyata hal ini disebabkan musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.
Forecaster (Prakirawan) BMKG Wamena Gema Reksa, mengakui jika musim peralihan ini memicu adanya perubahan cuaca ekstrim seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa tempat, namun beberapa hari kemarin bisa sampai terjadi hujan es di beberapa tempat yang ada di kabupaten Jayawijaya.
“Perubahan cuaca dalam beberapa hari terjadi disebabkan karena adanya pertumbuhan awan comulonimbus, yang biasanya menghasilkan hujan lebat atau hujan petir, namun juga bisa terjadi hujan es seperti kemarin juga,”ungkap di Wamena.Senin (6/10)
Gema menjelaskan pembuatan hujan di atmosfer normalnya itu uap air akan menjadi kristal es pada di comulonimbus yang memiliki suhu yang rendah sehingga menjadi kristal es, ini turun normalnya akan mencair menjadi hujan, namun kalau suhu di permukaan lebih dingin dari biasanya maka kristal es ini tidak mencair sampai ke permukaan.
Page: 1 2
Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…
Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…
Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…
Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…