Categories: PEGUNUNGAN

Enam Keluarga Dipaksa Pindah Rumah dari Lokasi Bandara

WAMENA-DPRD Jayawijaya melakukan mediasi antara warga yang tinggal di pinggiran  Bandara Wamena dengan Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas IA Wamena. Hal ini ini menindaklanjuti masalah pengusuran yang akan dilakukan oleh pihak UPBU Wamena terhadap warga yang tinggal di atas tanah bandara. Ironisnya, dari UPBU Wamena hanya memberikan kompensasi Rp 3 juta, namun meminta warga untuk kosongkan lahan itu.

  Wakil Ketua II DPRD Jayawijaya Joy Bukorsyom mengaku secara hukum memang lokasi itu merupakan tanah milik bandara dan rumah -rumah yang ada diatas tanah itu juga rumah -rumah dari pegawai bandara, namun sudah pensiun dan rumah- rumah ini dihuni oleh anak -anak mereka.

  “Kita dari DPRD Jayawijaya memfasilitasi antara UPBU Kelas I Wamena dengan warga yang menghuni rumah -rumah itu, dengan harapan paling tidak UPBU bisa memfasilitasi mereka agar bisa keluar secara baik tanpa paksaan dan tindakan yang kurang tepat,” ungkapnya Senin (6/9) kemarin.

  Yang saat ini terjadi, Kata Joy Bukorsyom, mereka dipaksa pindah dengan cara pemutusan listrik, air. Bahkan alat berat sudah dikerahkan untuk mengeksekusi rumah mereka. Hal -hal ini yang DPRD melihat tidak boleh terjadi, karena mereka juga merupakan keluarga dari pegawai bandara yang sudah pensiun dan punya andil dalam pembangunan bandara Wamena.

  “Mereka ini adalah pegawai perintis yang membuka bandara itu, sehingga DPRD meminta UPBU Wamena dapat memperhatikan dengan   baik aspirasi dari keluarga perintis bandara Wamena,” katanya.

   Ia juga menegaskan jika kompensasi yang diberikan dari UPBU Wamena kepada keluarga perintis untuk mengosongkan lokasi rumahnya itu juga hanya Rp 3 juta, ini seperti tidak masuk akal. Artinya memang benar kementerian perhubungan tidak menyediakan anggaran ganti rugi karena itu adalah lokasi mereka, namun mungkin UPBU bisa menyurat dan menjelaskan kronologis dari masalah yang mereka hadapi untuk melakukan pelebaran bandara Wamena.

  “Ingat bahwa mereka ini perintis yang datang dan turun membangun bandara Wamena, oleh sebab itu paling tidak ada kompensasi berupa uang yang layak , kalaupun tidak bisa mungkin bisa melakukan relokasi pembangunan rumah untuk mereka tempati ,”tegasnya.

   Secara terpisah keluarga dari perintis bandara wamena  Sonny Imbiri mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih dengan DPRD jayawijaya yang telah memfasilitasi perumahan yang ada di lokasi bandara yang akan digusur untuk bertemu dengan UPBU Kelas I Wamena, dimana solusinya dua minggu dari sekarang akan kembali berkumpul di DPRD jayawijaya untuk membicarakan itu setelah ada solusi dari UPBU Kelas 1 Wamena.

  “Kompensasi yang ditawarkan kepada kami keluarga dari perintis bandara Wamena Rp 3 juta dan itu tidak layak bagi kami sehingga kami datang ke DPRD jayawijaya untuk membicarakan hal ini,”tutup Sonny. 

   Sementara itu Kepala UPBU Kelas I A Wamena  Faisal Marasabessy yang ditemui Cenderawasih Pos di Kantor DPRD Jayawijaya enggan memberikan komentar terkait penggusuran rumah  dan kompensasi yang ditawarkan kepada keluarga perintis bandara tersebut dan melemparkan kepada Kejari Jayawijaya.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Jaksa Sita Rp300 Juta Terkait Korupsi Lahan Kebun di Mimika

Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…

8 hours ago

Ondoafi Maribu Klaim Lahan Sekolah Rakyat Milik Suku Yarusabra

Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…

9 hours ago

Jalan Bongge Belum Masuk Destinasi Wisata Resmi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…

10 hours ago

Banyak Peternak Baru, Hanya Pembinaan dan Pemasaran Perlu Diperkuat

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…

11 hours ago

Wajah Depan Kab. Keerom AKan Ditata Sebaik Mungkin

- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…

12 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Salah Satu Penginapan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan,  melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …

13 hours ago