

Puing puing kebakaran kantor Mapolsek KP3 Udara Sentani, Selasa (7/9) pagi. (FOTO: Robert Mboik/Cepos)
SENTANI-Kebakaran yang terjadi pada Senin (6/9) malam sekira pukul 23 WIT telah menghanguskan sejumlah rumah, toko sembako hingga Mapolsek KP3 Udara Sentani.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus WA Maclarimboen menjelaskan, peristiwa kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah dan Mapolsek KP3 Udara Sentani itu ditengarai karena perselisihan akibat saling klaim lahan antara dua kelompok warga, yakni pihak Yanto Eluai dan Agung Ondi. Peristiwa itu terjadi Senin sekira pukul 22.00 sampai 23.00 WIT.
“Bermula ketika ada persiapan pemasangan panggung dan juga stand di kompleks pemakaman Theys Eluay untuk persiapan PON. Dari pihak korban kemudian menegur kenapa tidak meminta izin kepada yang punya lahan. Kemudian para pekerja ini selanjutnya melaporkan kejadian itu ke YE, dan yang bersangkutan kemudian mengumpulkan kelompoknya selanjutnya menuju ke kompleks bandara dan melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah dari korban AO, ” ungkap Kapolres Fredrickus Maclarimboen saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/9).
Dikatakan, kebakaran ini kemudian merembet ke semua bangunan yang ada di di kompleks tersebut termasuk bangunan kantor Mapolsek KP3 Udara Sentani. Ada sekitar belasan bangunan yang hangus terbakar api. Berdasarkan keterangan dari pihak korban kerugian materiil mencapai 5 miliar rupiah.
“Itu untuk bangunan saja, kita juga belum menghitung kerugian oleh masyarakat yang ada di samping Polsek, ” jelasnya.
Terkait peristiwa ini polisi sudah melakukan pengamanan terhadap satu orang yang diduga menjadi aktor utama dari peristiwa tersebut yakni Yanto Eluay.
Di hadapan polisi yang bersangkutan juga sudah mengakui jika peristiwa itu atas dasar perintahnya.
“Dia mengakui itu perbuatannya dia, dia mengakui juga dia yang memimpin,” tandasnya. (roy/nat)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…