Di tempat yang sama ketua LPPD Papua, Elly Loupatty memberikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Kabupaten Keerom, yang pada akhir tahun ini di awal Desember 2024, bisa melaksanakan Pesparawi ke-XIV. Padahal biasanya Pesparawi dilaksanakan di pertengahan tahun tepat dimana anak-anak sekolah libur. Karena anggota Pesparawi pada umumnya adalah anak-anak SMA dan SMP. Tetapi kali ini, untuk pertama Pesparawi dibuat di awal Desember.
“Ternyata di bulan Desember, peserta juga cukup banyak berjumlah 2.718 orang. Saya sampaikan terima kasih buat ketua panitia dan masyarakat Keerom, juga kepada kepala daerah yang datang ke sini. Saya tahu menggunakan biaya yang besar, di tengah-tengah kesulitan anggaran. Semoga Pesparawi 2014, dapat menghasilkan semua gold, tinggal angkanya saja yang berubah,” ujarnya.
Loupatty menilai, Pesparawi kali ini adalah Pesparawi yang berkulitas. Karena tim juri yang dihadirkan untuk melakukan penilaian, adalah dewan juri internasional,yang sudah sering menjadi juri di event internasional.
Bahkan tim juri yang akan melakukan penilaian merupakan kelas profesor dan dokter. Hebatnya lagi, dua juri di antaranya didatangkan dari Korea Selatan.
Oleh sebab itu, Loupatty menegaskan bahwa integritas dan kemampuan para juri tidak diragukan lagi.
“Saya berharap LPPD bisa melatih dewan juri, sehingga ke depan kita memiliki dewan juri sendiri di Pesparawi masing-masing provinsi. Juri kita akan didominasi oleh dewan juri lokal,”tambahnya.
Lanjut Loupatty, selain 12 kategori yang dilombakan dalam Pesparawi ke-14, LPPD juga melaksanakan lomba yang sifatnya lokal dan terutama cerdas cermat Alkitab, dan lainnya yaitu tarian-tarian sifat lokal termasuk lomba solo dan kuartet.
Terkait dengan Pesparawi tahun mendatang, Loupatty mengatakan pihaknya akan bicarakan pada mudyawarah daerah ke-14 LPPD se-Tanah Papua, terkait dengan lomba tingkat provinsi sesuai DOB.
“Meski ada lomba per provinsi, namun kita juga bicara soal lomba se-Tanah Papua supaya kita yang mendiami negeri dan tanah ini, bisa bertemu dan setiap 4 tahun sekali melaksanakan pesta iman dan rohani ini,” tutupnya.(*)
Page: 1 2
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menjelaskan, anggaran Rp104 miliar tersebut bersumber dari dana Otonomi…
Pertemuan di Hambalang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang…
Prakirawan BMKG V Jayapura, Silas Leonardus Weyai, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Maritim Dok…
Kekurangan tersebut diantaranya, masih sering ditemukan kejadian-kejadian yang terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…
Sebanyak 150 pohon ditanam sebagai bentuk kepedulian PDIP Papua terhadap pelestarian lingkungan dan upaya menjaga…
Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut…