Categories: PEGUNUNGAN

Bupati: Tak Semua Eksodus Warga Jayawijaya

Masyarakat yang berkumpul di Apron Cargo Wamena untuk menunggu penerbangan Hercules . ( FOTO: Denny/ Cepos )

Fokus Kembalikan Pengungsi ke Rumah, Hercules Diminta Dihentikan Dulu

WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua  mengungkapkan bahwa banyaknya warga pendatang yang melakukan eksodus keluar dari Wamena,  tak semuanya adalah warga Jayawijaya. Sebab dari data Polres Jayawijaya dan Kodim 1702/ Jayawijaya ada juga warga dari Kabupaten Pemekaran seperti Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, dan Yalimo juga ikut dalam eksodus tersebut.

  Jika situasi di Jayawijaya sudah kondusif, maka  pengungsi yang mau keluar dari Wamena ini   perlu diberi penegasan  bahwa hercules itu untuk membantu evakuasi jenazah maupun pasien yang harus dirujuk, dan ibu hamil, anak-anak serta manula.

  “Yang terjadi saat ini kita lihat laki-laki dan ibu-ibu yang sehat dan tidak perlu keluar yang banyak. Saya sudah minta kepada panglima untuk sementara Hercules jangan masuk dahulu karena logistik untuk korban kerusuhan sangat cukup.”tegasnya Rabu (2/10) kemarin.

   Ia kembali menegaskan telah menyurati Panglima TNI untuk minta kepada panglima supaya dua-tiga hari tidak ada penerbangan hercules dahulu, supaya pemerintah lebih fokus kembalikan pengungsi ke rumah mereka. Dan pengungsi ini bukan saja pendatang, sebab putra daerah asli atau orang asli Papua juga banyak yang mengungsi karena isu yang berkembang, isu tidak bertanggungjawab.

  “Jadi isu mengatakan bahwa hercules masuk drop pasukan, kembali mengambil warga non Papua. setelah itu pasukan akan sisir wargas asli. ini tidak benar dan membuat putra daerah menjadi pengungsi. ada yang ke Tolikara, Lanny Jaya dan ke beberapa distrik.”bebernya 

   Bupati juga menyebutkan jika perlu sampaikan kepada masyarakat bahwa keberadaan TNI/Polri di Wamena untuk membantu keamanan seluruh warga yang ada di Jayawijaya tanpa memilih warga non Papua atau asli Papua. Ia juga memastikan pengungsi ini dari kabupaten Lanny Jaya, Yalimo,Tolikara, Mamberamo Tengah.

    Menurutnya, saat ini pengungsi yang masih ada di Polres dan Kodim itu sebagian besar merupakan masyarakat non Papua yang masih bertahan di Wamena, sehingga bisa dipastikan jika jumlah signifikan yang eksodus sampai dengan saat ini warga dari Kabupaten Pemekaran yang lainnya dan bukan semuanya warga Jayawijaya.

    Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya  menjamin keamanan warga Jayawijaya meskipun masyarakat yang eksodus dari kebanyakan dari Kabupaten pemekaran, namun untuk keamanan  di Jayawijaya sehingga masyarakat tak perlu ragu dengan keamanan di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

  “Kami dan Dandim menjamin keamanan. Bahkan kita menempatkan di pos-pos pinggiran setiap anggota terdiri dari 30 orang untuk mengamankan aktivitas perekonomian. aparat hampir 1.400 bahkan Dandim akan menambah lagi sekitar 100,”tuturnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

12 minutes ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

1 hour ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

2 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

4 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

5 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

6 hours ago