

Atenius Murib, SH, MH (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Guna menekan laju Inflasi daerah Pemkab Jayawijaya kembali memperkuat lintas sektor bersama dengan Tim pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) dari Pemprov Papua Pegunungan dan Bank Indonesia, guna memperkuat stabilitas harga yang ada di Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk memperdalam berbagai faktor yang memengaruhi inflasi sekaligus merumuskan langkah konkret untuk menekannya. salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi di daerah adalah pergerakan harga komoditas di pasar, khususnya kebutuhan pangan dan hasil holtikultura.
“Faktor-faktor yang mennentukan meningkatnya inflasi daerah itu banyak, tentunya dari pasar, harga-harga pasar baik itu sembako maupun komoditas pertanian, sebab selama ini harga di Wamena memang naik turun,” ungkapnya Selasa (1/9).
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di wilayah Papua Pegunungan sebelumnya berada pada angka 7 persen lebih. Namun, pada periode berikutnya angka tersebut mengalami penurunan menjadi sekitar 4 persen lebih, namun ini masih tergolong tinggi jika dibandikan dengan daerah lain.
Page: 1 2
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…