Categories: PEGUNUNGAN

Banyak Tempat Wisata di Jayawijaya Belum Tersentuh

Salah satu objek wisata yang ada di Taman Lipi Wamena yang dilihat langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi  ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengharapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jayawijaya terus mengambil langkah untuk melakukan pengelolaan tempat -tempat pariwisata di Jayawijaya. Tak hanya dua atau beberapa, tetapi juga harus melihat tempat wisata yang lain, karena di Jayawijaya banyak tepat wisata yang bisa dikembangkan.

   Menurut Bupati Jhon, saat ini ada beberapa tempat yang mulai dikelola bersama dengan masyarakat pemilik hak ulayat seperti di Pasir Putih, bukit Taman Lipi ini telah dibangun gazebo- gazebo yang bisa digunakan masyarakat yang berkunjung kesana. Jayawijaya juga masih punya telaga  biru yang ada di Distrik Maima.

  “Tempat -tempat wisata yang belum tersentuh ini mungkin bisa lebih ditingkatkan agar untuk mendapat pemasukan bagi PAD Jayawijaya juga, OPD terkait harus melihat lokasi wisata untuk dikelola juga dengan baik,”ungkapnya Sabtu (1/8) kemarin

   Ada rencana pemerintah untuk membuat outbound  di lokasi Taman Lipi yang telah dibangun Gazebo dari atas ketinggian melihat Kota Wamena sehingga mungkin bisa digunakan untuk menjadi taman bunga dan juga taman bermain yang bisa menarik masyarakat Jayawijaya maupun dari luar.

   Ia juga menyatakan untuk peran pengelola atau masyarakat yang memiliki hak ulayat ini harus melakukan koordinasi dengan OPD terkait atau Dinas Parawisata, karena pemerintah mengelola tempat wisata harus ada in come atau pendapatan bagi pemerintah, tak bisa sepenuhnya diambil alih oleh pemilik hak ulayat yang dijadikan tempat wisata.

   “Nanti pemerintah membuat standar Harga yang bisa mengatur mana yang kembali ke hak ulayat dan mana yang kembali masuk menjadi PAD Jayawijaya,”bebernya

      Bupati juga minta OPD terkait untuk  membuat promosi tempat wisata, seperti telaga biru di Maima.  Ia mengharapkan OPD terkait bisa  negosiasi dengan pemilik hak ulayat supaya benar -benar bisa munculkan ini, karena selama ini masyarakat sekitar mengganggap tempat itu keramat dan tak bisa digunakan sebagai tempat wisata.

  “Kita lihat selama ini lokasi itu orang bebas untuk masuk dan mengambil foto disana, mengapa tidak dikelola bersama pemerintah agar bisa mendapatkan pemasukan baik pemerintah maupun pemilik hak ulayat,”bebernya.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

23 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago