Categories: PEGUNUNGAN

Dinkes Pastikan 27 Puskesmas Belum Buka Pelayanan

Posko Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten Jayawijaya yang terus melakukan mobile pelayanan kepada pengungsi dan menyuplai obat ke klinik pengungsian. (foto :Denny/ Cepos )

WAMENA-Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy Mambieuw, SpB  mengungkapkan bahwa  pelayanan 27 puskesmas di luar Kota Wamena belum bisa berjalan, karena tak adanya petugas kesehatan. Dimana banyak yang telah mengungsi meninggalkan Jayawijaya dan instruksi pemerintah yang menarik semua petugas kesehatan untuk fokus melakukan pelayanan di Kota Wamena.

   “Jadi sementara kita tarik di Wamena Kota tetapi tetap kita berdayakan mereka punya tenaga untuk mobile di Camp pengungsian untuk melakukan pelayanan kesehatan untuk pengungsi saat ini sesuai dengan instruksi Bupati Jayawijaya,” ungkapnya saat ditemui di Posko Kesehatan di Gudang Farmasi Dinkes Jayawijaya, Senin (1/10).

   Menurut dr Willy, Puskesmas yang sudah beroperasi kurang lebih lima hari ini baru Puskesmas Wamena Kota. Sementara untuk yang lainnya seperti Hom-hom itu masih menunggu teman-teman PLN  yang baru perbaiki gardu ke arah hom-hom sehingga aliran listrik bisa kembali stabil, maka akan diupayakan untuk kembali membuka pelayanan.

   “Jadi kalau lampu sudah menyala, berarti puskesmas hom-hom juga kita buka kembali untuk melakukuan pelayanan kesehatan di sana,” jelasnya.

  Beberapa minggu ini, kata dr Willy, pelayanan kesehatan masyarakat pada Puskesmas  tidak maksimal melayani, sehingga pada saat dibuka pasti jumlah pengunjung akan meningkat. tetapi untuk sementara ini puskesmas belum dibuka pelayanannya. 

  “Artinya dengan keterbatasan tenaga, kita sudah bisa buka RS, Polik dan untuk sementara masyarakat dari Distrik dan Kampung termasuk pasien BPJS kita bisa layani sementara waktu di RSUD Wamena sampai Puskesmas dibuka seluruhnya,”katanya

  dr. Willy juga memastikan jika untuk sementara, pihaknya memberikan kemudahan kepada pasien dari Distrik dan kampung yang ingin berobat ke RSUD Wamena itu tanpa haru mengambil rujukan. Sebab,  ia  masih bisa akomodir di RSUD Wamena, karena memang petugas yang dimiliki Dinkes saat ini ditarik sementara waktu.

  “Pasca peristiwa kemarin memang ada petugas kesehatan kami yang mengungsi ke luar Wamena, ada yang belum berani, sehingga  kita  belum bisa lepaskan mereka ke distrik-distrik karena masalah keamanan mereka di situ.”bebernya

  Secara terpisah Bupati Jayawijaya Jhon richard Banua menegaskan bahwa untuk sementara seluruh petugas kesehatan baik itu perawat dan dokter sudah ditarik untuk membantu RSUD Wamena, sehingga pemerintah akan melakukan rapat koordinasi yang melibatkan Dinas Kesehatan dan RSUD Wamena, sehingga jika petugas kesehatan sudah semuanya kembali bekerja barulah akan dikembalikan ke puskesmas –puskesmas. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

AMA Resmi Hentikan Penerbangan Perintis

Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Fitrajaya Siwu menjelaskan bahwa penghentian operasional…

3 hours ago

Komnas HAM Desak Investigasi atas Kasus Ibu Hamil Tewas Ditembak

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong dilakukannya investigasi atas kasus tewasnya seorang ibu…

4 hours ago

Wagub Tegur Kehadiran ASN Saat Apel Sangat Rendah

Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…

9 hours ago

Keuskupan Desak Dilakukan Investigasi

Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…

10 hours ago

Hasil Nobar Pesta Babi Capai Rp517,9 Juta

Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…

11 hours ago

Ironi, Remaja Zaman Sekarang Lebih Banyak Duduk daripada Bergerak

Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…

12 hours ago