Categories: PEGUNUNGAN

Enam Titik di Ruas Jalan Trans Kimbim Wamena Dipalang

Anggota Polres Jayawijaya membuka palang di Jalan Trans Kimbim Wamena dengan menggunakan mesin Chainsaw, Kamis (30/4) kemarin. ( foto: Denny/Cepos )

WAMENA-Lantaran takut terhadap penyebaran Covid- 19 masyarakat di Distrik Asologaima Jayawijaya melakukan pemalangan jalan trans Kimbim yang menghubungkan Jayawijaya dengan Kabupaten Lanny Jaya selama 3 hari. 

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengungkapkan bahwa pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat sudah berjalan 3 hari di Jalan Trans Kimbim Wamena tepatnya di Distrik Asologaima. Hal ini membuat arus logistik Sembako, BBM, dan Medis ke Kabupaten Lanny Jaya menjadi sulit untuk didatangkan kesana.

   “Sejak hari pertama Forkopimda Jayawijaya Bupati, Dandim Dan Kapolres sudah datang untuk berbicara dengan masyarakat yang melakukan aksi pemalangan dengan 6 titik dan mereka berjanji kepada Bupati keesokan harinya akan dibuka, namun palang tersebut tidak dibuka karena secara teknis pergerakan mereka dalam acara adat itu terlambat sampai terbengkalai,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Kamis (30/4) kemarin

   Menurut Rumaropen, masyarakat melakukan pemalangan ini tujuannya ingin menyampaikan mereka menolak covid 19 dengan cara mereka. Kapolres  menghargai kearifan lokal masyarakat namun pemalangan ini sudah 3 hari sedangkan kebutuhan logistik di Kabupaten lain akan terganggu sehingga palang tersebut harus dibuka.

   Oleh karena itu, Kepolisian harus memastikan akses jalan ini terbuka. “Kita coba untuk lakukan pendekatan berkomunikasi dari pukul 10.00 Wit hingga pukul 16.30 wit barulah palang itu bisa dibuka dengan mensenso kayu yang digunakan untuk memalang jalan dimana ada 6 titik pemalangan,” ujar Rumaropen

   Adanya aksi penalangan ini ia melihat ada ketakutan masyaraat yang tinggi akan virus ini, sehingga sampai ke tingkat bawah juga harus diberikan pemahaman mereka tidak melakukan pemalangan yang  sampai menutup semua  akses seperti itu.

  “Kalau tutup mati masyarakat di Kabupaten pemekaran mau makan apa . saya juga berterimakasih kepada kepala suku setempat meskipun ada pembicaraan yang panjang namun akhirnya bisa membuka,”kata Kapolres. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

29 minutes ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

15 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

20 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

21 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

22 hours ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

23 hours ago