

Aksi demo tolak DOB yang dilakukan Petisi Rakyat Papua (PRP) Lapago di Kantor DPRD Jayawijaya beberapa waktu lalu. Meskipun mendukung aksi nasional tolak DOB, namun PRP Lapago tidak menggelar demo di Wamena, Jumat, (1/4), kemarin. (FOTO: Denny/ Cepos )
Wakapolres : Ada dan Tidak Ada Aksi, Kepolisian Tetap Antisipasi
WAMENA–Meskipun mendukung aksi demo serentak di beberapa wilayah di Papua menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Otsus jilid II, Petisi Rakyat Papua (PRP) Lapago tidak melakukan aksi demo di Wamena, Jumat (1/4).
Koordinator PRP Lapago, Namene Elopre menjelaskan, PRP Lapago mendukung aksi demo nasional karena demo tersebut merupakan kesadaran dari seluruh masyarakat Papua, bukan paksaan dari PRP, di mana masyarakat se-Lapago sudah menolak DOB dan Otsus Jilid II.
“Kami sudah lakukan penolakan, oleh karena itu, kami tidak lakukan aksi demo lagi, meskipun ini adalah aksi dama yang dilakukan secara nasional di seluruh Papua dan Papua Barat,”ungkapnya melalui release yang dikirim ke media ini tadi malam.
Namene Elopere juga menilai jika DOB bukan tuntutan masyarakat Papua pada umumnya, khususnya di wilayah adat Lapago, namun hanya kepentingan elit politik yang sedang bermain dari pusat, provinsi dan kabupaten se-Papua.
“Contoh di Yahukimo saat melakukan aksi demo damai, ada seorang yang meninggal tertembak, pegawai sibuk dengan pendulangan emas di hutan, sementara di Kabupaten Nduga gedung sekolah dikuasai TNI/ Polri dan masih banyak masalah yang ada di Lapago,”jelasnya.
Secara terpisah, Kapolres Jayawijaya melalui Wakapolres, Kompol Ferdinand Masaawet, SIK menyatakan, sejak kemarin pihaknya telah menyiagakan personel kepolisian untuk mengantisipasi rencana aksi demo tolak DOB.
“Ada atau tidak kegiatan aksi demo, kita sudah antisipasi dengan penyiapan personel untuk melalukan pengamanan, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir tentang isu rencana aksi demo tersebut ,”tegasnya di Polres Jayawijaya.
Diakui, pihaknya memang tidak dapat surat pemberitahuan akan dilakukan aksi penolakan terhadap DOB , namun isu yang berkembang sudah terlanjur meluas dalam masyarakat, sehingga pihaknya tetap mengantisipasi hal itu.
Mantan Kasat Lantas Polres Jayawijaya ini mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas secara normal tanpa dihantui rasa takut akibat beredarnya demo tersebut.
“Kita inginkan masyarakat tidak terlalu ketakutan yang berlebihan, tetap melakukan aktivitas seperti biasa karena kita dari TNI/ Polri sudah mengantisipasi isu -isu yang berkembang dalam masyarakat,”bebernya. (jo/tho)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…