Categories: PEGUNUNGAN

Pemkab Jayawijaya dan 17 Denominasi Gereja Bukai Rekonsiliasi Dengan Ibadah

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memulai rekonsiliasi daerah dengan melakukan mulai melakukan ibadah bersama 17 denominasi gereja yang ada di wilayah tersebut dalam rangka Jayawijaya bertobat, guna melangkah bersama dalam kasih, meninggalkan luka untuk masa depan yang lebih baik.

Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH menyatakan rekonsiliasi dalam konteks pengakuan kesalahan merupakan proses penting dalam memulihkan hubungan yang rusak dan membangun masa depan yang lebih baik dalam skala personal, sosial maupun politik.

“Kegiatan ini merujuk pada proses pemulihan hubungan yang rusak akibat kesahalan atau konflik yang melibatkan pengakuan kesalahan, permintaan maaf dan pemberian maaf, ini merupakan langkah penting menyelesaikan perselisihan,”ungkapnya Rabu (31/7) di Gedung Aithosa GKI Betlehem Wamena.

Bupati juga menyatakan rekonsiliasi ini juga penting dalam membangun kembali keparcayaan, sehingga tujuan dari pelaksanaan rekonsiliasi ini adalah untuk memulihkan hubungan yang rusak, menciptakan keadilan dan perdamaian, membangun kepercayaan dan kerjasama, serta mendorong pertumbuhan individu dan masyarakat.

“Dalam kepemimpinan saya bersama saudara Wakil Bupati, kami ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk dapat untuk dapat mendukung kegiatan ini, dengan melakukan rekonsiliasi mulai dari diri sendiri,”jelas Bupati Murib Athenius juga mengaku jika, dalam rekonsiliasi secara pribadi ini artinya proses damai dengan diri sendiri, menerima kekurangan dan melepaskan masa lalu untuk mencapai kedamaian batin dan kesejahtrahan, tentunya hal ini melibatkan penerimaan diri , pengampunan diri dan membangun hal yang positif dengan diri sendiri.

“Rekonsiliasi dengan sesama yang merujuk pada proses pemulihan hubungan yang retak atau rusak, baik itu dalam hubungan keluarga, teman, maupun hubungan antara kelompok masyarakat, tujuannya mencapai perdamauan, kerukunan dan keharmonisan kembali terjadi setelah konflik, perselisihan dan ketidaksepahaman,”beber mantan Dandim 1702 Jayawijaya

“Kami mengharapkan rekonsiliasi ini dapat memberikan dampak positif bagi kegidupan masyarakat Jayawijaya, dalam pemulihan hubungan yang harmonis antara seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan yang selanjutnya akan memberikan dampaik yang baik,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

18 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

19 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

20 hours ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

21 hours ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

22 hours ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

23 hours ago