

Ketua LMA Distrik Ibele, Loudwik Mosib, S.SI (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA–Lembaga Mnasyarakat Adat (LMA) Distrik Ibele menggagalkan penyisipan anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sembako sebesar Rp 100 juta yang disalurkan di Kantor Pos Wamena. Pada berita acara ditandatangani Rp 955.800.000, namun yang diterima hanya Rp 855.800.000.
Ketua LMA Distrik Ibele, Loudwik Mosib, S.SI menyatakan, dari pembagian dana BLT Sembako yang disalurkan oleh Kantor Pos Indonesia, Cabang Wamena, data penerima 1000 orang lebih dengan jumlah anggaran Rp 955.800.000.
“Dalam berita acara yang kami tandatangani itu, jumlahnya Rp 955.800.000, namun setelah dilakukan perhitungan fisik dari dana tersebut hanya Rp 855.800.000. Sehingga saya tanyakan kepada Kantor Pos, dana Rp 100 juta ini dengan dasar apa disimpan atau disisipkan,” bebernya saat ditemui di Dinas Perindag Jayawijaya, Jumat (31/3) kemarin.
Penyaluran dana ini, khususnya untuk Distrik Ibele, sesuai jadwal dilakukan Rabu (29/3). Ia menilai, harusnya angka yang tertuang dalam berita acara harus sesuai dengan fisiknya, namun penjelasan dari pihak Kantor Pos ini terjadi karena masalah data.
Sementara itu, Kepala Kantor Posindo Cabang Wamena, Fredy Fonataba belum bisa memberikan keterangan, sebab saat dihubungi via selulernya hingga informasi ini ditulis, belum bisa tersambung.(jo/tho)
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…