Categories: MERAUKE

Kasus Pidana di Merauke Tahun 2021 Turun 30 Persen

Khusus Kasus Perlindungan Anak Mengalami Peningkatan

MERAUKE- Sepanjang tahun 2021 kasus pidana yang dilaporkan  dan ditangani Reserse Kriminal Polres Merauke mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2020. Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2021 jumlah kasus pidana yang dilaporkan dan ditangani pihaknya sebanyak 369 kasus.

   Jika dibandingkan dengan tahun 2020 terdapat jumlah 520 kasus atau turun  sekitar 30,11 persen. Meski mengalami  penurunan, namun khusus  perlindungan anak mengalami peningkatan. Di tahun 2020, perlindungan anak sebanyak 36 kasus, sementara di tahun 2021 meningkat menjadi 49 kasus atau bertambah 13 kasus.

    “Dari peringkat 10 kasus, hampir semua mengalami penurunan kasus, tapi khusus untuk perlindungan anak mengalami peningkatan,” kata Kapolres.

    Kapolres menjelaskan bahwa dari 369 kasus di tahun 2021, jumlah yang telah diselesaikan sebanyak 147 kasus, sedangkan yang masih menjadi tunggakan sebanyak 222 kasus. Dibandingkan dengan tahun 2020 dengan 528 kasus, yang terselesaikan sebanyak 267 kasus. Sedangkan yang menjadi tunggakan sebanyak 261 kasus. Kapolres menjelaskan, bahwa menurunnya kasus pidana di tahun 2021 ini karena banyak di antara yang diamankan tersebut ditawari dengan pekerjaan.

   “Setelah kita tawarkan kita ajari mereka keterampilan khususnya mereka ini dan mereka mau,” katanya.

    Kapolres menjelaskan bahwa dari 100 orang yang ditawari pekerjaan keterampilan itu hanya  sekitar 20 orang yang tidak mau, karena dia masih meragukan dan belum yakin. “Yang masih ragu dan belum yakin kita tidak bisa karena kita memberikan alat. Kita tawarkan, kita ajarkan dan berikan alat,” katanya.

   Alat  yang dipakai misalnya keterampilan dari batok kelapa untuk buat kancing baju cukup mahal, hampir  Rp 3 juta.  Itu batu satu alat, belum lagi alat lainnya yang jika ditotalkan bisa mencapai Rp 7 juta.  Kapolres menjelaskan bahwa  dari keterampilan yang diberikan tersebut sudah ribuan pics kancing baju yang sudah dihasilkan  untuk ekspor keluar negeri. Sementara kancing dari batok kelapa yang hasilnya belum bagus tetap disimpan.

   “Hasilnya kita jual dan nilainya besar. Makanya kita bisa belikan mereka semen, keramik dan kebutuhan mereka dari mama-mama dan mereka yang kita bina dan latih itu,” pungkasnya. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

26 minutes ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

1 hour ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

2 hours ago

Senggolan Waktu Joget, Prajurit TNI AD Tewas Ditembak

Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…

3 hours ago

1.061 Koperasi Diresmikan, Jadi Penggerak Ekonomi Kampung

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di…

4 hours ago

Pangdam XVII/Cenderawasih: Proses Rekruitmen Tenaga Koperasi Telah Dilakukan

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan pembangunan koperasi tidak hanya difokuskan pada…

5 hours ago