Categories: MERAUKE

Batu Tanggul Dicuri, Struktur Bangunan Rawan Rusak

Yulianus Mambrasar: Kalau Ada Kedapatan Lagi, Kita  Proses Hukum   

MERAUKE-Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke Yulianus Mambrasar, S.ST, MSi, MT mengungkapkan bahwa  adanya pencurian batu kali pada bangunan tanggul drainase di sekitar Jalan Parakomando Merauke dapat merusak struktur bangunan tanggul dan akibatnya   bisa berakibat fatal. Tanggul bisa  roboh.

  “Kalau batunya  yang ada di bagian bawah secara terus menerus dicuri, maka itu akan merusak  struktur bangunan dari tanggul dan akhirnya tanggul bisa terperosok atau jebol ke bawah,’’ kata Yulianus Mambrasar dihubungi media ini lewat telepon selulernya, Jumat  (27/8). 

  Yulianus Mambrasar memperkirakan aksi  pencurian  batu  kali  pada bangunan tanggul  ini  bukan pertama  kalinya. Tapi, kemungkinan aksi pencurian  juga terjadi di tempat lain seperti di Kali Weda. “Kebetulan  aksi pencurian itu kedapatan karena di depan mata kita. Pasti di tempat lain juga ada. Cuma belum ketahuan dan  kita belum lihat,” katanya. 

  Karena itu, jelas Yulianus Mambrasar, pada  seluruh drainase yang sudah dibangun tanggul  akan dipasang  papan pemberitahuan  untuk tidak  ada aksi pengambilan batu atau pencurian. Sebab, jika ada yang mengambil batu   tersebut tentunya akan diproses secara hukum.  

  “Karena ini pertama kita lihat maka  kemarin kita masih memberikan pembinaan  kepada warga kita  yang mencuri batu itu. Tapi ingat,  warga  yang membeli batu dari hasil curian itu akan kita proses juga. Karena  tentu  pencurian itu terjadi karena ada yang menyuruhnya,” jelasnya. 

   Diketahui, bahwa batu kali  yang dipakai untuk membangun tanggul drainase tersebut didatangkan dari luar Papua yang tentunya harganya menjadi mahal. Termasuk pasir yang digunakan. Pasalnya, Merauke tidak memiliki batu kali apalagi batu gunung.

   Mambrasar juga meminta pemerintah daerah untuk  memperhatikan kebersihan dri drainase yang sudah ditanggul tersebut. Terutama masalah sepadan  drainase yang menurutnya sebagian  sudah ditutup dengan bangunan  masyarakat.  Menurut Mambrasar, sepadan  drainase tersebut tidak boleh ada bangunan di atasnya. Sebab,  jika ada bangunan di atasnya maka  alat berat  tidak bisa lewat.

   “Bangunan-bangunan yang berdiri  diatas sepadan drainase harus ditertibkan, sehingga  nanti kita tidak kesulitan. Untuk sepadan drainase lebarnya kiri maupun kanan masing-masing 4-7 meter,” tandasnya. 

  Sebagaimana diketahui,  beberapa hari lalu Polsek Merauke Kota mengamankan sejumlah warga yang sebagian besar anak-anak yang kedapatan  mencuri baru tanggul drainase di  sekitar jalan Parakomando. Namun dari BWS Papua Merauke masih melakukan pembinaan terhadap para pelaku dengan membuat surat pernyataan di atas materai Rp 10.000 untuk tidak mengulangi pencurian batu tersebut. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

10 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

11 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

12 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

14 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

15 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

16 hours ago