

Yermias Ruben Paulus Ndiken (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Kebijakan recofusing atau efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat dibawah pemerintah Prabowo Subianto akan memberi dampak bagi pembangunan di Kabupaten Merauke terutama untuk tahun 2026 mendatang.
Pasalnya, di tahun 2026 tersebut, pemerintah Kabupaten Merauke mengalami pemotongan anggaran yang tidak tanggung-tanggung. Hampir setengah triliun atau tepatnya sebesar Rp 492,9 miliar. Dimana APBD Kabupaten Merauke pada tahun 2025 ini sebesar Rp 2,4 triliun. Namun dengan kebijakan refocusing yang berlanjut di tahun 2026, APBD Pemkab Merauke 2026 tinggal 1,965 triliun atau berkurang sebesar Rp 492,9 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Ruben Paulus Ndiken ditemui media ini mengungkapkan, OPD yang berdampak besar dengan adanya recofusing ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Merauke.
‘’Yang sangat merasakan pembagian pagu setelah adanya recofusing itu adalah Dinas PUTR. Karena PU menyiapkan semua infrastruktur jalan, jembatan dan drainase-drainase untuk pertanian. Kalau terjadi efisiensi, maka yang sangat merasakan di PUTR. Mungkin juga dirasakan di daerah lain, tapi tentu kita mengamankan kebijakan pemerintah pusat yang semua biaya efisiensi ditarik kembali untuk masuk ke Danantara,’’ kata Yermias Paulus Ndiken.
Page: 1 2
Pemain senior Persipura Jayapura, Yustinus Pae, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak…
Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…
Status bebas PMK ini menjadi modal penting bagi stabilitas pangan dan keamanan ibadah kurban di…
Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…
"Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di…
Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro menyerahkan Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran…