Categories: MERAUKE

Motif Pembunuhan  Anak Kandung Diduga Persoalan Internal Keluarga

MERAUKE – Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang ditemukan meninggal dunia pada Senin, 27 Oktober 2025. Korban diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus.

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, didampingi Kasat Reskrim AKP Lukyta K. Putra dan Kasi Humas Ipda Andre MSB, mengatakan motif sementara dalam kasus tersebut diduga berkaitan dengan persoalan internal keluarga.

“Dari hasil pendalaman sementara, tindakan kekerasan terhadap korban diduga berkaitan dengan persoalan internal dalam keluarga,” tandas Leonardo saat memberikan keterangan pers di Mapolres Merauke, Jumat (21/8/2026).

Kendati demikian, Kapolres belum membeberkan secara rinci persoalan internal yang dimaksud maupun motif tersangka melakukan kekerasan terhadap korban.

Ia mengatakan, substansi materiil terkait motif akan disampaikan pada proses hukum selanjutnya, termasuk dalam persidangan. “Secara substansi materiil nanti akan kita buka di persidangan,” ujarnya.

Selain itu, penyidik menduga tersangka berada di bawah pengaruh narkotika jenis ganja saat peristiwa terjadi. Dugaan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka pada 28 Oktober 2025 atau sehari setelah kejadian, yang menunjukkan hasil positif mengonsumsi ganja.

Selama proses penyidikan, polisi telah melakukan berbagai langkah, mulai dari pemeriksaan saksi dan orang-orang yang berkaitan dengan peristiwa, pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan barang bukti, tes urine, pemeriksaan kedokteran forensik, eksumasi, pemeriksaan DNA forensik, digital forensik, pemeriksaan deteksi khusus forensik hingga pemeriksaan psikologi klinis.

Penyidik juga melakukan sejumlah analisis, antara lain analisis hubungan antara keterangan saksi dengan kondisi objektif di TKP, analisis kronologi peristiwa, analisis kemungkinan terjadinya pencurian dan penculikan, serta analisis hubungan korban dengan orang-orang yang berada di sekitar korban sebelum kejadian.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

1 day ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

1 day ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

1 day ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

2 days ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

2 days ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

2 days ago