Namun bagi anak-anak Papua Selatan, lanjut Oliva Koneng telah diberi isyarat untuk mengindari mendaftar di pengurusan tinggi negeri yang ada di Pulau Jawa dan Makassar karena persiangannya sangat ketat.
‘’Kita sarankan anak-anak kita yang ada di Papua Selatan untuk tidak memilih perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa misalnya UI, UGM dan sebagainya. Kalau di Makassar seperti Unhas, kemudian UNM. Karena persaingan ketat. Mereka disarankan untuk memilih perguruan tinggi diluar itu seperti Unsrat di Manado, kemudian di Kendari dan perguruan tinggi negeri lainnya yang persaingannya tidak terlalu berat,’’ tandasnya.
Oliva Koneng menambahkan, di tahun 2024 lalu sebanyak 47 anak-anak Papua Selatan berhasil lulus lewat seleksi dan program ADIK tersebut. ‘’Kita berharap di tahun 2025 ini, jumlahnya bertambah dibanding tahun lalu,’’ harapnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…
Penyusunan Renstra tersebut dibahas dalam dua kali rapat koordinasi lintas sektor. Rapat pertama dipimpin langsung…
BTM menegaskan, PDI Perjuangan menghormati keputusan dan kewenangan Gubernur Papua dalam membentuk struktur percepatan pembangunan…
“Kami akan usahakan lebih cepat dari waktu yang diberikan gubernur, ada beberapa yang harus diperbaiki.…