

Rekianus Samkakai, S.STP, MAP (foto;Sulo/Cepos)
MERAUKE – Sebanyak 24 nelayan Indonesia asal Kabupaten Merauke yang telah ditangkap dan diproses hukum di PNG saat ini masih menjalani penahanan di Penjara Bomana,PNG.
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai, S.STP, MAP, saat ditemui media ini mengungkapkan, ke-24 nelayan Indonesia asal Kabupaten Merauke yang ditangkap Otoritas PNG karena masuk wilayah perairan PNG secara ilegal melakukan penangkapan ikan masih menjalani pehanan di penjara Bomana, PNG.
Dikatakan, ke-24 nelayan asal Merauke tersebut telah dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun atau denda sebesar 900.000 kina atau lebih dari Rp 3,5 miliar. Para nelayan tersebut diberi tenggang waktu selama 3 bulan atau sampai bulan Februari apakah membayar denda tersebut atau menjalani pidana selama 5 tahun.
‘’Jadi para nelayan ini masih menunggu dari 3 pemilik kapal untuk dapat membayar denda yang dijatuhkan pengadilan PNG kepada 24 nelayan tersebut. Pihak KBRI kita yang ada di sana sudah menyatakan siap memfasilitasi jika pemilik kapal membayar denda,’’ kata Rekianus Samkakai, Jumat (17/1). Jika pemilik kapal tidak membayar denda maka ke-24 nelayan itu terpaksa jalani pidana penjara selama 5 tahun kedepan.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…