

Dra. Benedikta Sri Lestari Kelanit (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Merauke Dra. Benedikta Sri Lestari Kelanit mengakui, pemalangan yang terjadi terhadap sekolahnya membuat anak-anak atau pelajar mengalami gangguan pysikis. ‘’Adanya pemalangan sekolah berdampak pada anak-anak. anak-anak merasa tidak nyaman dan itu membuat pysikis mereka terganggu,’’ kata Benedikta Sri Lestari Kelanit, ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (16/5).
Benedikta menjelaskan, sejak bertugas di SMAN 3 Merauke sebagai kepala sekolah, pemalangan yang terjadi ini merupakan yang kedua kalinya. Belrum termasuk pemalangan yang terjadi sebelum bertugas di sekolah tersebut.
‘’Kemarin itu, sekolah sudah dipalang sebelum jam 6 pagi. Sementara anak-anak sudah datang setengah 7 pagi. Sekolah baru bisa dibuka sekira pukul 09.30 WIT,’’ kata dia.
Saat palang sekolah sudah dibuka, sebagian anak-anak tersebut sudah tidak ada dan menyebar kemana-mana. ‘’Kalau langsung pulang ke rumah tidak masalah. Tapi persoalannya, ada yang ke pantai dan tempat lainnya. Padahal orang tua mereka tahunnya bahwa mereka ada di sekolah dan menjadi tanggung jawab kami pihak sekolah,’’ jelasnya.
Soal status tanah tersebut, Benedikta Kelanit menjelaskan bahwa untuk sertifikat tanah masih ditelusuri ke Provinsi Papua. Namun dokumen lainnya terkait dengan pembelian tanah sekolah tersebut masih lengkap.
‘’Lahan sekolah ini sebenarnya sudah dijual oleh orang tua dari yang datang palang.
Page: 1 2
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…
Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…