

Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkosrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak saat tiba di Merauke dan disambut Wakil bupati Merauke H. Riduwan, S.Sos, M.Pd, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Evi Reza Pahlevi, Danlanud Merauke Kolonel (Pnb) Fery Yunaldi dan komandan satuan lainnya di Bandara Mopah Merauke, Kamis (16/6), kemarin.( FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE – Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Merauke, Kamis (16/6). Ini merupakan kunjungan pertama jenderal bintang 3 tersebut setelah dilantik sebagai Pangkostrad.
Kepada wartawan, Pangkostrad menjelaskan, kedatangannya ke Merauke untuk melihat secara langsung dan bertatap muka dengan anggota. ‘’Saya ke sini (Merauke), karena ada batalyon Kostrad. Saya mau lihat bagaimana anggota di sini. Mudah-mudahan kalau sudah melihat, kebijakan-kebijakan kita untuk anggota di sini akan lebih baik,’’ katanya.
Yang dimaksud adalah Batalyon Raider 755/Yalet/20/3 Kostrad. Sebagai daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat, lanjut Pangkostrad, tentunya dirinya sekaligus memberikan penekanan kepada seluruh anggota dalam melaksanakan tugas di Papua.
‘’Mudah-mudahan selain penjaga pengamanan pembangunan, anggota kita berkipra membantu masyarakat,’’ harapnya. Soal personel, Pangkostrad menilai bahwa saat ini sudah cukup.
Namun lanjutnya, tentunya nanti akan disesuaikan tuntutan perkembangan kebutuhan. Dirinya berharap, pasukan dan anggota yang ada lebih dekat dengan masyarakat untuk sama-sama membangun, menjaga keamanan yang merupakan tugas utama dari Kostrad yang ada di Papua khususnya Merauke. (ulo/tho)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…