Categories: BERITA UTAMA

Pelayanan RSUD Jayapura Kembali Dikeluhkan

Kasa Steril Tak Ada, Operasi Sempat Tertunda

JAYAPURA-Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura kembali dikeluhkan warga. Salah satu keluarga pasien mengeluhkan pelayanan di RSUD Jayapura. Keluhan tersebut terkait dengan kasa steril yang tidak ada untuk pasien saat persiapan operasi, Rabu (15/6).

Akibat tidak adanya kasa steril tersebut, operasi sempat tertunda. Begitu juga dengan beberapa pasien lainnya yang ada di RSUD Jayapura saat itu.

Salah satu keluarga pasien yang namanya enggan dikorankan menerangkan, Rabu (15/6) kemarin saat persiapan operasi keluarganya, dimana setelah semua persiapannya sudah oke, namun terkendala dikasa steril.

“Menurut penyampaikan dokter di Rumah Sakit Jayapura, kasa sterilnya lagi kosong saat itu. Saya sempat bertanya penyebab kasa sterilnya kosong. Namun mereka (medis-red) hanya menyampaikan ‘ya seperti itulah’.” terang keluarga pasien kepada Cenderawasih Pos, Kamis (16/6).

Keluarga pasien juga menyebut bahwa kasa sterilnya ada namun harus disterilkan dulu, sehingga dimungkin alat sterilnya yang bermasalah. Namun pada prinsipnya, semua pelayanan pasien saat itu cepat.

“Menurut kabar yang saya dengar kemarin, ada beberapa operasi yang sempat dibatalkan karena tidak adanya kasa steril. Sebab tidak bisa melakukan operasi tanpa kasa steril,” ungkapnya.

Keluarga pasien meminta RSUD Jayapura benar benar care, mengingat banyaknya lalulintas operasi di rumah sakit tersebut. Terlebih RSUD Jayapura merupakan rumah sakit rujukan yang semua tenaganya lengkap termasuk dokter spesialis.

“Sebaiknya dilengkapi hal-hal yang kecil, terutama kasa steril ini. Banyak sih yang dibutuhkan pasien seperti oksigen salah satunya, hanya kebetulan masalah yang kami dapatkan terkait kasa steril yang kosong,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Andreas Pekey, Sp.PD saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos menyampaikan adanya keterlambatan drooping kassa.

“Setelah didrop perlu diproses sterilisasi dan lainnya, sehingga perlu waktu. Siang sudah tidak masalah,” jelas dr Andreas saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui pesan WhatsApnya.

“Hanya perlu koordinasi. Pengadaan di RSUD itu kompleks. Pelayanan nonstop 24 jam, namun anggaran belum tentu 24 jam,” sambungnya. (fia/cr-268/nat)

newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

2 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago