Categories: MERAUKE

Persiapan Ramadan, Surat Edaran Menag Dikaji

Pertemuan  dengan lembaga dan ormas Islam  yang  dipimpin  bupati   dalam rangka memasuki  bulan  Suci Ramadan, Kamis (16/4)  kemarin. ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-  Pemerintah Kabupaten Merauke memberikan  kesempatan kepada Majelis  Ulama Indonesia  (MUI) Kabupaten   Merauke,   NU, Muhammadyah, Baznas,  PKM, dan ormas-ormas    Islam    yang ada di  Merauke   untuk melakukan  kajian  terhadap surat  edaran  Menteri Agama Republik  Indonesia Nomor  6 tahun 2020 dan keputusan MUI   dalam  rangka  menghadapi  bulan  suci Ramadan.   

  Pertemuan dan kajian  itu  dilakukan  oleh lembaga  dan ormas Islam  tersebut  di  ruang  rapat   lantai 3 Kantor  Bupati  Merauke, Kamis   (16/4).  “Kita  berikan kepercayaan dulu  kepada MUI, NU, Muhammadyah,Badan Amal Zakat  Nasional, PKM   dan juga ormas-ormas Islam lainnya untuk  mengkaji  surat  Menteri  Agama  Nomor 6 tahun 2020.  Di situ mereka mengkaji menurut aqidah-aqidah  dan bagaimana  penyaluran  zakat  itu,’’ katanya  kepada wartawan seusai membuka pertemuan dan rapat  tersebut,  Kamis(16/4). 

   Selain   itu, kajian  lainnya lanjut bupati,  adalah bagaimana  salat tarawih dan bagaimana menyampaikan tauziah dan pesan-pesan   dari para ustad.’’Dari hasil   kajian  mereka ini nanti mereka laporkan   kepada pemerintah selanjutnya   nanti kita  pertemukan  kira-kira mana yang terbaik,’’ jelasnya.  

  Yang jelas, kata Bupati    Frederikus   Gebze, bahwa semua masjid  dimana  saja, sebelum  digunakan wajib disinfektan. “Semua umat Islam wajib  menggunakan protokol Covid yakni  Masker, hand sanitizersocial  distancing dan physical distancing.Itu  wajib,’’ terangnya.    

   Menurut   Bupati  Frederikus Gebze, pemerintah   memberikan  ruang dan  tempat  untuk  mereka  merumuskan dan meramu  yang terbaik  untuk Kabupaten Merauke.   ‘’Jadi kita serahkan kepada mereka. Kalau    kami  hanya memfasilitasi dan mediasi untuk  pelaksanaan  bulan Suci Ramadan ini.  Selaku  bupati, kami menginginkan, tradisi ini tidak bisa hilang dan ditiadakan. Tapi   tradisi ini   tetap ada tapi  terbatas,’’  tandasnya. 

  Sementara    di awal pertemuan  tersebut,    ada yang sepakat   ikut imbauan  pemerintah  dan ada yang  ingin  salat tarawih   tetap dilaksanakan,  tapi  dengan mengikuti  protokol kesehatan tentang Covid-19. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

4 hours ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

5 hours ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

5 hours ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

6 hours ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

6 hours ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

7 hours ago