

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo didampingi Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu, Ketua MRP Papsel Damianus Katayu, Wakil Ketua III DPRP Papua Selatan, Asisten I Setda Papua Selatan dan Kepala BKPSDM Papua Selatan Willem Da Costa saat audiens dengan para pencaker terkait kuota sisa 2024 sebanyak 206 orang, Rabu (14/1) sore. (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyatakan siap memfailitasi perwakilan dari pencari kerja beraudiensi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) Republik Indonesia di Jakarta dalam waktu dekat ini terkait dengan sisa kuota CASN 2024 yang tidak terisi saat pendaftaran.
Kesiapan untuk memfasilitasi Pencaker tersebut disampaikan langsung gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat melakukan audiensi secara langsung dengan para Pencaker tersebut di Aula Hotel Asmat, Rabu (14/1) sore kemarin.
‘’Kita siap memfasilitasi adik-adik. Tapi perwakilan. Nanti dipimpin langsung Bapak Sekda Papua Selatan bersama dengan dari pimpinan MRP, DPRP Papua Selatan dan dari Badan Kepegawaian,’’ kata gubernur Apolo Safanpo.
Dalam pertemuan itu pula, gubernur Apolo Safanpo menyatakan setuju dengan kesepakatan yang dilakukan oleh para pencari kerja tersebut dimana dari 206 kuota CASN yang tersisa, masing-masing kabupaten mendapatkan kuota 50 orang dengan rincian Kabupaten Merauke 54, Asmat 52, Mappi 50 dan Boven Digoel 50 orang.
Para pencaker tersebut juga menolak untuk dilakukan test kembali, namun yang akan diakomodir adalah khusus anak-anak asli Papua Selatan yang mengikuti test dan nama-nama tersebut sudah dibuat oleh masing-masing perwakilan dari 4 kabupaten cakupan Papua Selatan.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…