Categories: MERAUKE

Tiga Jalur Perintis Penerbangan Diminta Dievaluasi

MERAUKE-  Kepala Bandara Mopah Merauke, Thomas Alfa Edison meminta dilakukan evaluasi terhadap 3 jalur perintis penerbangan.  Ketiga jalur perintis penerbangan yang  minta  dievaluasi tersebut  adalah jalur perintis Merauke-Ewer-Merauke, kemudian Merauke-Bomakia-Merauke dan  Merauke-Wanam-Merauke.

Untuk Merauke-Ewer-Merauke, Thomas Alfa Edison  meminta divaluasi  kembali karena saat ini sudah ada pesawat ATR  yang masuk ke Ewer  yakni Wings. Saat ini, harga  tiket  Merauke-Ewer-Merauke untuk Wings kata  dia adalah  Rp 1,6 juta. Sementara pesawat perintis dengan harga Rp 400 ribu, sehingga terjadi berbedaan yang menjolok. ‘’Nanti bisa menjadi temuan, sehingga  harus dievakuasi,’’ katanya.

Sementara untuk Merauke-Bomakia-Merauke kata dia, soal penumpang yang sepi setiap penerbangan. Karena rata-rata penumpang hanya sekitar 3 orang.   ‘’Yang ramai adalah jalur Bomakia-Tanah Merah-Bomakia. Kalau Merauke-Bomakia-Merauke selalu sepi,’’ terangnya.

Sedangkan Merauke-Wanam-Merauke memiliki kasus yang berbeda.  Thomas  mengaku, tidak menyebut bandara Wanam, tapi lapangan terbang (Lapter) Wanam. Karena  sebuah bandara sudah dilengkapi dengan fasilitas lain-lain sesuai  UU Penerbangan Pasal 1 point 33.  ‘’Semua yang tidak dikelola oleh perhubungan disebut Lapter atau air street,’’ terangnya.

Menurutnya, lapangan terbang yang ada di Wanam tersebut masih dikelola pihak ketiga  dalam hal ini masih  PT Djarmaru, perusahaan penangkap ikan  asal Tiongkok. Karena masih berstatus milik swasta sehingga tiket pesawat dari Merauke-Wanam-Merauke yang terbang kurang dari 1 jam dengan harga diatas Rp 1 juta. ‘’Kasihan masyarakat kalau tiket terlalku mahal sampai Rp 1,2 juta. Kasihan masyarakat,’’ tandasnya.

Seharusnya, lanjut dia, Lapter tersebut diambil alih pemerintah daerah. Setelah diambil alih oleh pemerintah, kemudian dilakukan MoU antara pemerintah daerah untuk pihaknya kelola. ‘’Jadi Satker dibawah Merauke, sehingga tidak terjadi  penjualan tiket yang tidak terlalu besar seperti sekarang,’’ katanya.

Ditambahkan, tiket  diatur oleh pihak pengelola Lapter tersebut. ‘’Jadi susi juga atur harga tiket di sana. Makanya saya bilang, kalau tiket terlalu mahal lebih baik tutup,’’ tandasnya. (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

6 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

8 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago