Categories: BERITA UTAMA

Jangan Ada Pertikaian Lagi, Ini yang Terakhir!

RHP: Ini Berkat  Kerja Keras Bupati Nduga, Lanny Jaya dan Jayawijaya yang Dibantu Aparat TNI-Polri

WAMENA-Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., yang juga Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah (ABPT), mengunjungi dua kelompok masyarakat yang bertikai hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di Wamena,Kabupaten Jayawijaya, Jumat (14/1).

Kunjungan dimulai dari Sinakma yang menjadi tempat tinggal warga Nduga. Pada kesempatan itu, RHP memberikan bantuan duka senilai Rp 200 juta yang diterima perwakilan warga Nduga.

Hal yang sama juga dilakukan RHP bagi masyarakat Lanny Jaya yang menetap di kampung Woma. Tak hanya menyerahkan bantuan, RHP juga berdialog dengan masyarakat baik masyarakat Nduga maupun Lanny Jaya.

Ricky Ham Pagawak mengatakan, kehadirannya baik dic lokasi yang menjadi tempat tinggal masyarakat Nduga dan masyarakat Lanny Jaya yang terlibat perang saudara di Woma adalah mewakili bupati Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah untuk menyerahkan bantuan.

“Bantuan yang diberikan adalah bantuan duka. Budayanya, kalau kita sudah undang orang perang harus dilayani. Karena saya sebagai anak Lani tahu itu, sehingga hadir memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta bagi masyarakat Nduga dan Lani Jaya,” jelasnya kepada awak media.

RHP mengaku bersyukur, sebab perang antar dua suku ini sudah tidak terjadi lagi. Ini berkat  kerja keras dari Bupati Nduga, Bupati Lanny Jaya, Bupati Jayawijaya yang dibantu oleh aparat kepolisian dan TNI yang mana di dalamnya juga ada keterlibatan Kapolres maupun Dandim. Tentunya menurut RHP tidak terlepas adanya kerelaan hati dari masyarakat Nduga maupun Lanny Jaya. Sehingga kedua kelompok masyarakat, baik Nduga maupun Lanny Jaya telah bersepakat untuk menyelesaikan secara adat lapangan Wesaput, Sabtu (14/1).

Menurut RHP, pertikaian dua kelompok bersaudara ini hendaknya menjadi yang terakhir dan tidak boleh terjadi lagi. “Kita membutuhkan masyarakat untuk membangun wilayah Lapago, Papua dan juga Indonesia. Kalau orang Papua mati dengan perang, minuman keras dan narkoba, terus siapa yang bangun Pegunungan Tengah dan Papua. Untuk itu, perang tidak boleh terjadi lagi,” pintanya.

RHP juga meminta Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah untuk melihat masyarakat asli Jayawijaya di Wouma yang menjadi korban karena imbas pertikaian kedua masyarakat.

“Ada rumah maupun kios mereka yang rusak dan terbakar, tentunya bagian ini harus kita dari Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah melihatnya,” tutupnya. (Humas/reis/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

H-2 FBLB ke 34, Wisatawan Mancanegara Mulai Berdatangan ke Wamena

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…

12 minutes ago

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

4 hours ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

6 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

7 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

12 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

13 hours ago