

Tim Pokja I Satgas DOB PPS saat meninjau lokasi di KTM Salor, Kamis, (15/9), kemarin. (FOTO: Puspen Kemendagri for Cepos )
MERAUKE – Kelompok Kerja (Pokja) I Satuan Tugas Pengawalan Daerah Otonom Baru (DOB) terus menyempurnakan proses konfirmasi dan identifikasi terhadap dokumen aset dan hibah untuk Provinsi Papua Selatan (PPS). Upaya itu dilakukan sebagai langkah dalam memacu kesiapan peresmian provinsi baru tersebut.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) I Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Edison Siagian yang merupakan anggota Pokja I mengatakan, pihaknya bersama tim pada prinsipnya melanjutkan proses konfirmasi yang telah dilakukan tim Pokja I tahap pertama. Adapun konfirmasi tersebut salah satunya mengenai rencana hibah yang akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
“Selanjutnya kami juga akan mengkonfirmasi aset-aset yang sebelumnya sudah dicek oleh teman-teman yang ada di tim pertama, salah satunya kita akan melakukan kunjungan di beberapa lokasi,” ujar Edison dalam keterangannya di Merauke diterima media ini, Kamis (15/9).
Dia menambahkan, selain itu tim juga bakal mengecek kesiapan berbagai aspek administrasi mulai dari pinjam pakai maupun hibah yang direncanakan bakal diberikan kepada pemerintah Papua Selatan. Langkah-langkah tersebut, ujar dia, merupakan tugas utama dari tim tahap kedua Pokja I Satgas Pengawalan DOB. (ulo/tho)
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…