Categories: MERAUKE

Stunting di Merauke Mendekati 1.000 Kasus

Suasana pembahasan rencana penanganan stunting di Merauke  tahun 2021 mendatang di Kantor Bappeda Merauke, Jumat (13/11). ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Jumlah stunting atau anak yang pertumbuhannya  terganggu akibat kekurangan gizi di Merauke hampir mendekati 1.000 kasus atau tepatnya 994 dari total 23.026 balita. Ini berarti  sebanyak 4,3 persen dari jumlah balita di tahun 2020 itu mengalami stunting. Data ini terungkap  dalam rapat penanganan stunting  di Kabupaten Merauke tahun 2021 di Kantor Bappeda Kabupaten Merauke, Kamis (12/11). 

   Dari data yang dibeberkan itu, Distrik Merauke merupakan yang terbanyak yakni 432 kasus disusul Distrik Muting sebanyak 127 kasus. Kemudian Disstrik Kurik sebanyak 82 kasus dan Elikobel 40 kasus. Satu-satunya  Distrik yang zero adalah  Distrik Ngguti. 

    Selain kasus stunting tersebut, terungkap juga bahwa jumlah ibu hamil  tercatat 5.203  orang dengan jumlah balita.  Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si, saat memimpin rapat tersebut mengungkapkan, bahwa  penanganan stunting merupakan  program nasional yang  harus ditangani secara bersama. 

   “Ini merupakan program prioritas dari pemerintah khususnya di Bappeda, sehingga program ini wajib masuk dalam  kegiatan  di tahun 2021,” kata Ruslan Ramli yang saat ini juga menjabat  sebagai Penjabat Sekretaris daerah Kabupaten Merauke. 

    Menurut dia,  di tahun 2021, penanganan stunting  ini  juga dianggarkan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. “Karena bicara stunting bukan hanya urusan dinas kesehatan  tapi seluruh stakeholder. Apalagi instansi yang terkait langsung dengan penanganan stunting ini,’’ jelasnya. 

   Karena itu,  untuk segera menurunkan kasus stunting tersebut, lanjut dia, maka yang harus dilakukan adalah keroyokan dari seluruh  OPD namun program  yang jelas sehingga tindak tumpang tindih antara satu dengan lainnya. 

    Menurutnya, kasus stunting  yang ada  di Merauke sebagian besar masih  terjadi di kantong-kantong  Orang Asli Papua (OAP). Diakui Ruslan Ramli, dengan kondisi geografis Kabupaten Merauke yang cukup  luas dengan sebaran penduduk  yang tidak merata merupakan satu tantangan tersendiri. Namun demikian, yang harus dilakukan adalah bagaimana menghadirkan program-program  yang  tepat dalam menangani stunting tersebut. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

3 hours ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

4 hours ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

5 hours ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

6 hours ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

7 hours ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

8 hours ago