Mereka, lanjut Fransiskus Kamijay melakukan aktivitas saat petugas lengah. Apalagi, lanjut dia, oknum masyarakat yang melakukan penggalian tersebut juga mempunyai mata-mata atau jaringan, sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi pihaknya dalam melakukan penangkapan. ‘’Mereka punya mata-mata dan jaringan. Ketika petugas kita ke sana, mereka tidak melakukan aktivitas,’’ jelasnya.
Bahkan pernah suatu sata pihaknya mendapatkan laporan adanya 3 truk yang sedang melakukan aktivitas pemuatan pasir. Tapi saat petugas sampai di TKP, truk yang dimaksud tidak memuat apa-apa atau dalam keadaan kosong.
Disinggung rencana pembangunan Pos pengawasan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke di sekitar Lepro beberapa waktu lalu, Fransiskus Kamijay mengakui hal itu. Dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke, telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan 2 pos pengawasan yakni di Lepro dan Kuper. Hanya persoalannya, pos tersebut harus dibangun diatas tanah pemerintah. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penggalangan dana umumnya dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah maupun kelompok yang membutuhkan…
Persipura baru menelan kekalahan 2-3 dari Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada Sabtu…
Namun yang cukup menyita perhatian dua gol Barito Putera ini dihasilkan oleh anak muda Papua…
Banyaknya lahan yang sengaja dibakar oleh oknum warga di wilayah yang sulit di jangkau dengan…
Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, mewakili Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, mengatakan…
Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…