Mereka, lanjut Fransiskus Kamijay melakukan aktivitas saat petugas lengah. Apalagi, lanjut dia, oknum masyarakat yang melakukan penggalian tersebut juga mempunyai mata-mata atau jaringan, sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi pihaknya dalam melakukan penangkapan. ‘’Mereka punya mata-mata dan jaringan. Ketika petugas kita ke sana, mereka tidak melakukan aktivitas,’’ jelasnya.
Bahkan pernah suatu sata pihaknya mendapatkan laporan adanya 3 truk yang sedang melakukan aktivitas pemuatan pasir. Tapi saat petugas sampai di TKP, truk yang dimaksud tidak memuat apa-apa atau dalam keadaan kosong.
Disinggung rencana pembangunan Pos pengawasan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke di sekitar Lepro beberapa waktu lalu, Fransiskus Kamijay mengakui hal itu. Dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke, telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan 2 pos pengawasan yakni di Lepro dan Kuper. Hanya persoalannya, pos tersebut harus dibangun diatas tanah pemerintah. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
‘’Ada komitmen bersama untuk membangun bangsa dan negara. Dan juga kehadiran kodim 1707 Merauke tentu…
Kepala Kampung Karya Bumi, Muryani, menjelaskan bahwa lahan pemakaman umum tersebut dibeli dari pemilik tanah…
Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke Karennu ditemui media ini mengungkapkan, di tahun 2025 lalu, pihaknya…
Kapolres Jayawijaya melalui Plt. Kasie Propam Aiptu Frans Risamau hari ini dilakukan Gaktiplin bagi setiap…
“Bapak Presiden bertemu dengan Raja Charles ke-3. Kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan masalah saling serang diantara masyarakat yang dipicu dari…