Sekadar diketahui, aksi mogok yang dilakukan oleh sebagian dokter spesialis RSUD Merauke itu akibat Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 5 bulan yang belum dibayarkan pihak RSUD Merauke.
Menurut Dewi Wulandari, TPP belum dibayarkan bagi seluruh ASN yang ada di RSUD Merauke itu karena adanya kesalahan input sehingga di dalam DPA RSUD Merauke anggaran yang ada untuk membayar TPP tersebut tidak cukup. Dewi Wulandari mencontohkan, untuk membayar TPP perbulan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 100 juta sementara dalam DPA hanya tertulis Rp 90 juta selama 1 tahun. Sehingga perlu dilakukan pergeseran anggaran tersebut dahulu, dimana pergeseran tersebut telah disetujui. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI,…
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. membacakan amanat tertulis yang memberikan…
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…