Sekadar diketahui, aksi mogok yang dilakukan oleh sebagian dokter spesialis RSUD Merauke itu akibat Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 5 bulan yang belum dibayarkan pihak RSUD Merauke.
Menurut Dewi Wulandari, TPP belum dibayarkan bagi seluruh ASN yang ada di RSUD Merauke itu karena adanya kesalahan input sehingga di dalam DPA RSUD Merauke anggaran yang ada untuk membayar TPP tersebut tidak cukup. Dewi Wulandari mencontohkan, untuk membayar TPP perbulan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 100 juta sementara dalam DPA hanya tertulis Rp 90 juta selama 1 tahun. Sehingga perlu dilakukan pergeseran anggaran tersebut dahulu, dimana pergeseran tersebut telah disetujui. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…
Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali. Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…
Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…