

Kedua pemancing yang berhasil ditemukan setelah pencarian selama 2 hari oleh Tim SAR Gabungan saat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di RSUD Tanah Merah, Minggu, (11/9), kemarin. (FOTO: Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke for Cepos)
MERAUKE- Dua orang pemancing dilaporkan tersesat saat memancing ikan di Kali Mandobo, Kabupaten Boven Digoel. Perihal ini pertama kali dilaporkan oleh Emanuel pada pukul 05.30 WIT ke Kantor Pos Pencarian dan Pertolongan Boven Digoel.
Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan mengungkapkan, setelah menerima laporan pihaknya langsung merespon dengan menurunkan satu tim berjumlah 7 personel untuk melakukan pencarian. Lokasi kejadian berjarak 11,15 Km dari kantor Pos Pencarian dan Pertolongan Boven Digoel. Dua korban yang dilaporkan tersesat bernama Yulita dan Erebia. Keduanya perempuan.
‘’Dalam laporannya, Emanuel menceritakan kronologi kejadian bahwa kedua korban pergi memancing ikan pada hari Jumat (9/9) kemarin pukul 10.30 WIT menuju ke kali Mandobo. Namun hingga sore hari, keduanya tidak kunjung pulang dan pihak keluarga berusaha mengubungi menggunakan saluran telepon seluler,’’ katanya.
Sementara itu, setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 2 hari, kedua korban tersebut akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian, Minggu (11/9) sekitar pukul 14.10 WIT. Kedua korban ditemukan selamat dalam kondisi lemas.
‘’Kedua korban pada siang ini sekitar pukul 14.10 WIT berhasil ditemukan selamat namun dalam kondisi lemas dan kaki tertusuk banyak duri tanaman sagu,’’ kata Darmawan. Karena dalam kondisi lemas, kedua korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Keduanya, sambung Darmawan berhasil ditemukan di posisi 06°10’38.658’’S – 140°22’55.332’’E atau berpindah sejarak hampir 2 km dari titik awal korban terakhir kali bisa berkomunikasi menggunakan telepon selularnya dengan keluarga pada tanggal 9 September pukul 23.00 WIT lalu.
Cuaca sepanjang pencarian dilaporkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga cukup menyulitkan Tim SAR gabungan. Korban mendengar suara chain saw (mesin pemotong kayu kecil) yang tim bunyikan sepanjang jalan kemudian kedua korban berusaha mencari asal suara hingga akhirnya keduanya berhasil ditemukan. Dengan ditemukannya kedua korban tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. (ulo/tho)
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…
Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…
Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…