‘’Tapi semuanya mau cepat. Maka saya heran. Kecuali kita tidak kerja. Rencana Senin besok baru DPA itu digeser. Karena sistemnya sekarang berbeda. Kalau mau menggeser tidak bisa setiap saat tapi secara keseluruhan down system satu kabupaten. Hari itu saat dilakukanpergeseran tidak ada transaksi sama sekali, baru bisa. Kalau DPA sudah digeser maka TPP segera kita bayar,’’ lanjutnya.
Dewi Wulandari menjelaskan, tidak semua dokter spesialis melakukan aksi mogok kerja tersebut. Hanya beberapa dokter spesialis saja. ‘’Saya juga tidak tahu kenapa harus mogok. Kecuali gaji, jasa dan tunjangan tidak dibayar. Semua sudah dibayar kecuali TPP karena ada kesalahan input di DPA,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…
Bergerak mandiri secara swadaya dengan tim inti tiga orang dan dibantu enam relawan, mereka rajin…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Kamus menjelaskan bahwa masuknya investasi berskala raksasa dalam wujud Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti perkebunan…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…
“Coba tanya Mensesneg, tapi rasanya beliau kurban sendiri,” lanjutnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebanyak…