‘’Tapi semuanya mau cepat. Maka saya heran. Kecuali kita tidak kerja. Rencana Senin besok baru DPA itu digeser. Karena sistemnya sekarang berbeda. Kalau mau menggeser tidak bisa setiap saat tapi secara keseluruhan down system satu kabupaten. Hari itu saat dilakukanpergeseran tidak ada transaksi sama sekali, baru bisa. Kalau DPA sudah digeser maka TPP segera kita bayar,’’ lanjutnya.
Dewi Wulandari menjelaskan, tidak semua dokter spesialis melakukan aksi mogok kerja tersebut. Hanya beberapa dokter spesialis saja. ‘’Saya juga tidak tahu kenapa harus mogok. Kecuali gaji, jasa dan tunjangan tidak dibayar. Semua sudah dibayar kecuali TPP karena ada kesalahan input di DPA,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…