Para nelayan tersebut, lanjut Taufik Latarissa, sebenarnya sudah tahu resiko yang akan mereka terima ketika tertangkap di negara lain. Namun mereka tetap nekad melakukan karena hasil tangkapan di negara tetangga PNG tersebut lebih menggiurkan ketimbang di laut Indonesia.
‘’Biasanya, mereka sudah pernah ke sana, tapi saat itu masih lolos, sehingga mereka mencoba lagi dan tertangkap,’’ katanya.
Padahal, kata Taufik Latarissa, pihaknya bersama dengan pemerintah Kabupaten Merauke sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada para nelayan Indonesia yang ada di Kabupaten Merauke untuk tidak mencoba melanggar karena resiko yang akan didapatkan tidak main-main. Selain akan menjalani hukum pidana, kapal dan seluruh barang yang ada di atas kapal itu akan disita.
‘’Kalau sosialisasi, kita tidak henti-hentinya memberikan kepada teman-teman nelayan ini. Tapi, kembali lagi kepada mereka. Sudah tapi ada resiko, tapi masih coba-coba untuk melanggar dan ini memang kita sesalkan,’’ tambahnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…