Para nelayan tersebut, lanjut Taufik Latarissa, sebenarnya sudah tahu resiko yang akan mereka terima ketika tertangkap di negara lain. Namun mereka tetap nekad melakukan karena hasil tangkapan di negara tetangga PNG tersebut lebih menggiurkan ketimbang di laut Indonesia.
‘’Biasanya, mereka sudah pernah ke sana, tapi saat itu masih lolos, sehingga mereka mencoba lagi dan tertangkap,’’ katanya.
Padahal, kata Taufik Latarissa, pihaknya bersama dengan pemerintah Kabupaten Merauke sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada para nelayan Indonesia yang ada di Kabupaten Merauke untuk tidak mencoba melanggar karena resiko yang akan didapatkan tidak main-main. Selain akan menjalani hukum pidana, kapal dan seluruh barang yang ada di atas kapal itu akan disita.
‘’Kalau sosialisasi, kita tidak henti-hentinya memberikan kepada teman-teman nelayan ini. Tapi, kembali lagi kepada mereka. Sudah tapi ada resiko, tapi masih coba-coba untuk melanggar dan ini memang kita sesalkan,’’ tambahnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kembali mengingatkan masyarakat supaya waspada terhadap bahaya bahan…
Namun, dari total 64 klub peserta yang tersebar di 16 grup, baru tiga tim yang…
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…