

Panen raya perdana yang dilakukan gubernur dan wakil gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa, bupati dan wakil bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze-Fauzun Nihayah yang dihadiri Anggota Komisi IV DRR RI Sulaeman L. Hamzah, Pj Sekda Papua Selatan Maddaremmeng dan Danrem 174/ATW Brigjen TNI Andy Setyawan dengan orang asli Papua Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Merauke, Minggu (9/3) (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Gubernur dan wakil gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa serta bupati dan wakil bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze-Fauzun Nihayah melakukan panen raya perdana di lahan Orang Asli Papua di Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (9/3/2025).
Panen raya ini dilakukan di lahan 43 dari 978 hektar cetak sawah baru di Kampung Kaliki di tahun 2024. Komandan Satgas Ketahanan Pangan TNI Angkatan Darat Mayjen TNI Ahmad Rizal menyebut, padi yang ditanam dan dipanen di lahan yang baru dibuka ini adalah jenis Inpari 32 dan Dodore.
Sementara itu, Kepala Kampung Kaliki Jonatan Ndiken mengharapkan adanya tambahan bantuan Alsintan dari pemerintah, pendampingan bagi masyarakat yang berkelanjutan serta perbaikan infrastruktur agar masyarakat semakin semangat dalam menamam padi.
Selama ini, masyarakat bergantung pada apa yang disediakan oleh alam, namun dengan adanya pembukaan lahan dan pendampingan untuk dapat bercocok tanam padi diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Bupati Merauke Joseph Bladib Gebze mengatakan, pihaknya sangat mendorong agar masyarakat asli Papua terlibat secara aktif dalam proses pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Merauke dan juga mendukung program pemerintah.
Mantan Karo Biro Hukum Setda Papua Selatan ini mengharapkan sinergitas pemerintahan secara berjenjang dari pusat, provinsi dan kabupaten.
‘’Kita di kabupaten dengan kewenangan yang kita miliki juga atas arahan presiden dan gubernur, kami siap bersinergi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan,’’ terangnya.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan bahwa penanaman padi ini dilakukan di lahan yang dilakukan oleh masyarakat adat Kampung Kaliki, Distrik Kurik.
‘’Atas nama pemerintah dan masyarakat Papua Selatan,kami mengucapkan terima kasih kepada Mayjen Rizal dan TNI yang senantiasa membimbing dan membantu masyarakat kampung Kaliki,’’ katanya.
Page: 1 2
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…