

Kondisi SD Inpres Kiworo yang sudah ditumbuhi rumput ilalang yang sangat tinggi. Sekolah ini dilaporkan ada lagi aktivitas belajar mengajar dalam 2-3 bulan terakhir. (FOTO: Ist for Cepos)
MERAUKE–Dianggap lalai dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Kiworo di Kampung Kiworo, Distrik Kimaam diganti. Sejak Desember sampai sekarang ini dilaporkan tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah itu dikarenakan guru dan kepala sekolahnya tidak berada di tempat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Thiasoni Betaubun, S.Sos, MM, M.Pd, didampingi Kabid SD, Donatus Pangamuye, S.Pd, M.Pd dan Kepala Seksi Tenaga Teknis Bidang SD Heribertus Buer, S.Pd saat ditemui media ini di ruang kerjanya membenarkan pergantian kepala sekolah SD Inpres Kiworo tersebut.
Pergantian ini, lanjut Thiasoni, karena adanya laporan masyarakat serta anggota DPRD Merauke asal pemilihan Kimaam yang meminta untuk pergantian kepala sekolah tersebut karena jarang berada di tempat, sehingga aktivitas sekolah tidak berjalan sebagaimana diharapkan.
‘’Kita sudah siapkan pelaksanan tugas. Kemungkinan ini sedang mengurus Dapodik anak-anak, khususnya kelas VI yang dalam waktu dekat ini akan ujian. Karena kalau Dapodiknya tidak dibenahi dengan baik, maka akan berdampak pada siswa. Walaupun ujian tapi tidak terdaftar di Dapodik, maka ijazahnya tidak bisa diterbitkan,’’katanya.
Sementara 4 guru PNS yang bertugas di SD Inpres Kiworo tersebut sejak Januari sampai Maret 2022 ini belum ke tempat tugas dengan alasan masalah cuaca buruk. ‘’Tapi kita sudah minta para guru itu segera ke tempat tugas. Termasuk yang kita angkat sebagai Plt kepada sekolah segera berangkat ke tempat tugas setelah Dapodik dari siswa sudah diselesai. Karena anak-anak ini akan segera melaksanakan ujian sekolah,’’ jelasnya.
Kabid SD Donatus Pangamuye menjelaskan, kepala sekolah sebelumnya lebih banyak berada di kota dibandingkan di tempat tugasnya karena terpisah dengan keluarganya. ‘’Istrinya juga pegawai negeri, sehingga terpisah. Mungkin itu yang membuat dia lebih banyak berada di Kota. Makanya yang bersangkutan diganti setelah ada permintaan masyarakat dan dari anggota dewan,’’tandasnya. (ulo/tho)
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …