‘’Tapi dari Kementrian Kesehatan menilai kalau speed boat yang dipakai teman-teman tenaga medis di puskesmas itu tidak standar. Karena saat mengantar pasien, bisa kena hujan dan panas di perjalanan, sehingga menyarankan untuk pengadaan ambulance air yang ada sekarang,’’ jelasnya.
Soal harga setiap kapal, Nevile R Muskita mengaku kurang hafal. Namun menurutnya pengadaan dilakukan secara terbuka melalui e-Katalog.
‘’Anggarannya dari Kementrian Kesehatan melalui DAK 2025. Untuk pengadaan, dilakukan secara terbuka melalui e-Katalog,’’ terangnya.
Ditambahkan, kelima ambulance tersebut telah tiba di Merauke dan tinggal menunggu masing-masing puskesmas datang mengambil untuk dibawa pulang ke masing-masing puskesmas untuk melayani masyarakat. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…