

Tampak truk pengangkut pasir ilegal yang ditangkap Satpol PP, Selasa, (8/8). (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke kembali menangkap sebuah truk bermuatan pasir lokal. Truk dengan nomor polisi PA 9133 GA itu ditangkap Selasa (8/8).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke, Fransiskus Kamijai, S.STP, ditemui media ini mengungkapkan, truk tersebut ditangkap karena memuat pasir ilegal dan mengambil pasir dari lokasi yang tidak diperbolehkan digali atau diambil.
‘’Cukup banyak pelanggaran yang dilakukan sehingga kita tangkap,’’ kata Fransiskus Kamijai. Menurutnya, truk tersebut sudah menjadi salah satu target pihaknya selama ini karena selalu mengambil dan mengangkut pasir lokal maupun tanah timbun secara ilegal. Karena itu, lanjut dia, pemilik kendaraan akan dijatuhi sanksi berupa denda maksimal sebesar Rp 7,5 juta.
‘’Kita berikan tindakan berupa denda maksimal sebesar Rp 7,5 juta. Langsung bayar ke Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke dan mobil akan kita lepas setelah membayar denda,’’ terangnya.
Namun jika tidak mau membayar denda sebesar Rp 7,5 juta tersebut, tambah dia, maka diserahkan ke Polri untuk dikenakan UU Lingkungan Hidup. ‘’Tentu kalau dikenakan UU Lingkungan Hidup akan lebih berat karena menyangkut pidana,’’tandasnya. (ulo/tho)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…