

Pj Sekda Provinsi Papua Selatan Drs. Maddaremmeng, M.Si saat melepas 48 siswa Adem dengan menyerahkan secara simbolis jaket kepada siswa tersebut menuju Banten, Jogjakarta, Jawa Timur dan Bali, Sabtu (8/7) (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE–Pemerintah Provinsi Papua Selatan melepas 48 siswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) menuju 4 provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Keempat provinsi tujuan tersebut adalah Banten, Jogjakarta, Jawa Timur dan Bali.
Pelepasan ke-48 siswa Adem ini dilakukan oleh Plt Sekda Provinsi Papua Selatan, Drs. Maddaremmeng, M.Si mewakili Pj Gubernur Papua Selatan di Hotel Halogen, Sabtu (8/7).
Namun sebelum dilepas, ke-48 siswa afirmasi ini, terlebih dahulu memperoleh pembekalan dari berbagai stakolder yang ada. ‘’Siswa Adem ini diseleksi dari 4 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Selatan.
Masing-masing kabupaten 12 orang yakni dari Merauke, Mappi, Boven Digoel dan Asmat,’’ kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Dr. Aloysius Jopeng, M.Pd.
Sementara itu, Sub Koordinator Adem dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia Dwi Setya Pramana menjelaskan bahwa dari 48 siswa Adem ini, 8 di Provinsi Banten, 12 di Jogjakarta, 20 di Jawa Timur dan 8 di Bali. Masing-masing siswa nanti tinggal di orang tua asuh.
Pj Sekda Maddaremmeng menjelaskan, ada 2 situasi yang dialami oleh para orang tua ketika dilakukan pelepasan ini. Pertama, tentunya ada rasa sedih karena berpisah dengan anak yang dikasihi.
Apalagi, jika anak ini baru pertama kali pisah dengan orang tua di tempat yang jauh. Kedua ada rasa bangga, karena dari sekian anak asli Papua yang ada di setiap kabupaten , mereka ini yang menjadi dipilih.
Karena itu, kepada orang tua diminta untuk terus memberikan semangat dan dorongan serta doa kepada anak-anak mereka untuk berangkat menimbah ilmu di tempat lain, dengan harapan mereka semua nantinya berhasil dari studinya dan lanjut ke perguruan tinggi selanjutnya.(ulo/tho)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…