Categories: MERAUKE

Gelombang Tinggi, KSOP Larang Kapal Berlayar

Kapal-kapal yang akan berlayar ke pedalaman yang saat ini berlindung di sekitar Kali Maro karena  gelombang di sekitar laut Merauke masih cukup tinggi sekitar 3 meter.  ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Cuaca di laut  yang buruk saat ini dimana  tinggi gelombang sampai 3 meter membuat Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merauke mengeluarkan larangan berlayar bagi kapal penumpang maupun kapal yang berlayar ke pedalaman (Pelra).

   Kepala KSOP  Merauke Turky R Sully, SH, mengungkapkan bahwa larangan  berlayar tersebut telah  diberlakukan sejak 27 Januari sampai sekarang. “Larangan berlayar ini kita keluarkan sejak 27 Januari lalu sampai sekarang. Kita belum tahu sampai kapan larangan ini. Tergantung laporan kondisi cuaca dari BMKG  Merauke,” kata Turky Sully saat dihubungi Cenderawasih Pos   lewat telepon selulernya, Sabtu (6/2). 

  Menurutnya larangan berlayar tersebut terutama  untuk kapal-kapal penumpang dan    Pelra. “Untuk kapal penumpang  seperti Pelni disesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau kapal-kapal yang tetap bisa kita izinkan seperti kapal cargo yang kapasitasnya di atas 5.000 GT. Karena safety atau keselamatannya juga masih bagus. Tapi  untuk kapal-kapal Pelra kita larang,’’ terangnya.

   Dengan larangan ini,  lanjut Turky tentunya akan bermasalah di ketersediaan BBM dan barang terutama  bahan kebutuhan pokok masyarakat di pedalaman. Karena itu, lanjut  dia, pada tanggal 1  Februari lalu  beberapa kapal SPOB  yang memuat BBM diizinkan untuk  berlayar ke pedalaman membawa BBM tersebut.

  “Karena saat itu kita sempat lihat cuaca cukup baik sehingga  khusus kapal  SPOB yang memuat BBM kita  izinkan,’’ terangnya.

   Namun  hari berikutnya,  pihaknya mengeluarkan larangan  untuk kapal pengangkut BBM ke Pelra berlayar karena cuaca  di laut lagi bergejolak hingga  sekarang ini. Menurutnya, sampai Sabtu (6/2), tinggi gelombang  masih  berkisar antara 2,5-3 meter.

  “Kalau  sudah begitu, kita tidak berani  keluarkan izin. Kecuali kalau tinggi gelombang  di bawah 1,5 meter   baru kita  berikan izin. Makanya tiap hari kita koordinasi dengan BMKG. Kita  juga belum tahu, kondisi ini sampai  kapan,’’ pungkasnya. (ulo/tri)    

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dua Kelompok yang Berkonflik Diminta Segera Berdamai

​Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…

9 minutes ago

Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel Bagi 91 Kampung

Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…

39 minutes ago

Enggan Jauh dari Laut, Menanti Bantuan untuk Bangun Kembali Rumah dan Kos

  Cukup banyak warga korban kebakaran yang  menempatinya. Sebagian besar adalah warga yang masih berkeluarga,…

1 hour ago

Polisi Tangkap Satu Pelaku Kasus Panah Wayer di Mimika

​Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak…

2 hours ago

Fakta Baru Syarat Pendidikan Gibran

Merespon terkait dengan putusan MK tersebut ​Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi, Dr. Methodius Kossay, S.H.,…

2 hours ago

Kecelakaan Kerja di Hiripau, Seorang Pria Tewas Mengenaskan

Seorang pekerja (ABK) tewas dengan kondisi mengenaskan saat menurunkan kapal yang selesai diperbaiki ke sungai.…

3 hours ago