Categories: PEGUNUNGAN

Banyak Warga Binaan Lapas Wamena Abaikan Prokes 

Warga Binaan Lapas Wamena saat mengikuti satu kegiatan beberapa waktu lalu. Kesadaran warga binaan untuk menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker, masih rendah. ( foto: Deny/Cepos)

WAMENA-Meski kasus Covid -19 terus meningkat di Kabupaten Jayawijaya, namun hal ini tak membuat warga binaan Lapas Wamena untuk lebih sadar dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) saat menjalani hukumannya. Mereka masih banyak mengabaikan aturan Prokes, terutama dalam memakai masker.

   Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena Hardi Widioso mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat kerjanya.  Namun sebagian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Wamena, agak susah atau kurang patuh memakai masker di tengah mewabahnya Covid-19.

  “Kepatuhan dari warga binaan untuk ikut mencegah, mereka bisa menerima itu, cuma untuk pakai masker ini agak susah diterapkan dalam Lapas Wamena, sebagian warga binaan tak mau menggunakan masker,” ungkapnya Sabtu (6/2) kemarin.

  Menurut Hadi Widioso, walau demikian pihak Lapas terus memotivasi agar seluruhnya wajib menggunakan masker, termasuk keluarga pengunjung yang masuk ke area Lapas Wamena diwajibkan untuk menggunakan masker, bila ingin bertemu dengan warga binaan yang ada di dalam.

   “Kita masing-masing sudah dikasih masker. Kita bagi semua, baik warga binaan maupun sipir yang bertugas. Untuk petugas kami itu tidak ada masalah, semua bisa melakukan pencegahan dengan menggunakan masker, yang menjadi perhatian kami hanya warga binaan yang kurang patuh untuk menggunakan masker,” jelasnya.

  Selama ini, kata Hadi, pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan dimana setiap petugas maupun pengunjung yang hendak masuk ke lingkungan Lapas, juga mesti melalui tahap pengukuran suhu tubuh. Sebab pihak Lapas telah menyediakan thermogun.

  “Pencegahan Covid-19 yang kita lakukan misalnya menyemprot seluruh Lapas dengan desinfektan yang sudah kita terima,” katanya.

   Ia menambahkan, untuk pembatasan jam mengunjungi dan jumlah pengunjung juga tetap diberlakukan atau tidak seperti pada situasi sebelum pandemi corona. Tidak bisa banyak orang langsung masuk, ini sudah dibatasi pasca pandemi ini masuk ke wilayah Papua khususnya Wamena.

  “Pembatasan waktu mengunjungi tahanan, narapidana (pemberitahuannya) sudah kami tempelkan di depan pintu Lapas, jadi warga bisa melihat dan mengetahui itu,” tambahnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

BPS Jayawijaya Memastikan Inflasi September 2026 Mencapai 3.28 Persen

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…

47 minutes ago

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

2 hours ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

3 hours ago

BMKG: Poster Larangan Menampung Air Hujan akibat ‘Cloud Seeding’ Hoaks

Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika.  Narasi di…

4 hours ago

Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih Tinggal Dua Provinsi

  Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…

7 hours ago

Satpol PP Papua Susun SOP Penegakan Perda dan Perkada

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…

8 hours ago