

Aparat Kepolisian saat melakukan olah TKP sebelum mengevakuasi jenazah korban ke kamar mayat RSUD Merauke, kemarin (6/10). ( FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Kasus pembunuhan dengan kekerasan seksual yang terjadi di sekitar Kuburan China, Jalan Ermasu Merauke beberapa tahun lalu kembali terulang. Kali ini terjadi di Jalan Misi II di samping SMK Santo Antonius, Merauke.
Dimana jenazah seorang perempuan berusia 39 tahun ditemukan seorang warga yang sedang mencari kayu bakar di sekitar lapangan bola di samping SMK Santo Antonius, Selasa (6/10) sekira pukul 06.30 WIT, kemarin.
Saat ditemukan, jenazah korban dalam posisi tak berbusana dan hanya menggunakan bra. Dari hasil visum luar, ditemukan sepotong kayu pada alat kelamin korban.
Kapolres Merauke AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK melalui Kasubag Humas, AKP. Ariffin, S.Sos membenarkan penemuan jenazah seorang perempuan berumur 39 tahun tanpa busana tersebut.
Penemuan jenazah tersebut menurut Arifin bermula saat saksi mencari kayu bakar di sekitar pagar tembok SMK St. Antonius. Saat hendak mengambil ranting kayu, saksi melihat kaki manusia. Karena ketakutan melihat adanya kaki manusia di tempat tersebut, saksi langsung meninggalkan tempat tersebut. Beberapa saat kemudian saksi kembali dan melihat ada sesosok perempuan yang tergeletak telanjang dan hanya mengenakan bra warna abu-abu. Saksi kemudian melapor ke SPKT Polres Merauke.
“Setelah mendapatkan laporan maka sekitar pukul 06.30 WIT, anggota SPKT Polres Merauke tiba di TKP selanjutnya melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP bahwa sosok perempun yang ditemukan tersebut telah meninggal dunia,” jelas Arifin kepada wartawan, kemarin (6/10).
Setelah dilakukan olah TKP, jenazah menurut Arifin langsung dievakuasi ke RSUD Merauke untuk divisum luar.
Dikatakan, dari hasil visum luar yang dilakukan oleh tim medis RSUD Merauke, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Seperti luka sobek di dahi dan dagu, luka memar di dada sebelah kiri, luka lecet di paha kanan, retak pada dahi dan luka lecet pada kemaluan.
Bahkan dari hasil visum luar ditemukan sepotong kayu pada kemaluan korban. Korban sendiri diduga sebelum dibunuh diperkosa.
Arifin menyebutkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, mereka terakhir bertemu Sabtu (3/10) sekira puku; 23.00 WIT di Jalan Dom, Kelapa Lima Merauke. Saat itu, korban diduga dalam pengaruh minumam keras. “Karena kondisi jenazah mulai membusuk, kemungkinan pihak keluarga akan segera memakamkan korban. Untuk pelaku pembunuhan ini masih dalam penyelidikan,” tutupnya. (ulo/nat)
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…