

Ketua KPU Papua Theodorus Kosay menerima dokumen partai lokal di Kantor KPU Provinsi Papua Entrop Jayapura, Rabu (7/10) kemarin. ( FOTO: Noel/Cepos)
JAYAPURA- Serahkan dokumen partai politik lokal, ketua umum partai lokal Papua Krisman Fonataba meminta agar negara memberikan hak partai lokal bagi orang Papua sesuai UU Otonomi Khusus.
“Indonesia harus memberikan ruang atas perjuangan orang Papua yang kami berjuang ini bukan dari hasil politik tapi kami berjuang ini dari otonomi Khusus,” katanya usai diserahkan oleh ketua partai lokal didampingi 29 DPC Kabupaten Kota dan DPD Provinsi Papua dan Papua barat di Kantor KPU Provinsi Papua Entrop Jayapura, Rabu (7/10) kemarin.
“Jadi dokumen yang kami dorong ini untuk mengantisipasi pasca putusan MK dan dan dukungan yang kami berikan ini juga merupakan, sorotan amesti internasional sehingga dalam konteks hukum negara ini dan hukum internasional didalam resolusi PBB, juga mendukung dan memberikan hak – hak kami dengan adanya partai Politik lokal yang diakui secara hukum sehingga kami minta negara harus bisa menghargai kami,” paparnya,
Sementara itu Ketua KPU Theodorus Kosay mengatakan jika ada regulasi yang mengatur tentang partai lokal maka otomatis dia juga bisa mengikuti pemilu.
“Sesuai UU Otsus Perlu ada partai lokal dan ini perjuangan masyarakt Papua, jika sudah ada regulasi terkait, maka partai lokal bisa mengikuti pemilu maka setelah kami lihat dan akan kami pelajari dan kita diskusikan,” katanya. (oel/wen)
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…