Sementara itu, di Kantor Gubernur Papua Selatan, para mahasiswa tersebut membacakan point-point yang menjadi tuntutan para mahasiswa yakni ke MRP Papua Selatan yakni mengadakan sidang luar biasa mengevaluasi tindakan yang melukai martabat budaya masyarakat adat, menyusun Perdasus perlindungan simbol budaya adat seperti mahkota Cenderawasih dan membentuk tim pemantauan sosial-budaya dan keamanan masyarakat adat.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo yang menemui dan setelah mendengarkan tuntutan yang dibacakan Koordinator Lapangan Aksi Demo, Basilius M. Bovi itu mengajak para pemuda dan mahasiswa masuk ke dalam ruang rapat kantor gubernur untuk berdialog langsung dengan pemuda dan mahasiswa itu. Aksi demo damai ini dikawal dan diamankan secara ketat oleh pihak keamanan dari Polres Merauke. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…
Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…
Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Dinas Kesehatan resmi mengutus Tim Kesehatan untuk menangani dampak bencana…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…
Pemkab Lanny Jaya juga berencana menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat dan mendorong adanya dukungan…