Sementara itu, di Kantor Gubernur Papua Selatan, para mahasiswa tersebut membacakan point-point yang menjadi tuntutan para mahasiswa yakni ke MRP Papua Selatan yakni mengadakan sidang luar biasa mengevaluasi tindakan yang melukai martabat budaya masyarakat adat, menyusun Perdasus perlindungan simbol budaya adat seperti mahkota Cenderawasih dan membentuk tim pemantauan sosial-budaya dan keamanan masyarakat adat.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo yang menemui dan setelah mendengarkan tuntutan yang dibacakan Koordinator Lapangan Aksi Demo, Basilius M. Bovi itu mengajak para pemuda dan mahasiswa masuk ke dalam ruang rapat kantor gubernur untuk berdialog langsung dengan pemuda dan mahasiswa itu. Aksi demo damai ini dikawal dan diamankan secara ketat oleh pihak keamanan dari Polres Merauke. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…