Sementara itu, di Kantor Gubernur Papua Selatan, para mahasiswa tersebut membacakan point-point yang menjadi tuntutan para mahasiswa yakni ke MRP Papua Selatan yakni mengadakan sidang luar biasa mengevaluasi tindakan yang melukai martabat budaya masyarakat adat, menyusun Perdasus perlindungan simbol budaya adat seperti mahkota Cenderawasih dan membentuk tim pemantauan sosial-budaya dan keamanan masyarakat adat.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo yang menemui dan setelah mendengarkan tuntutan yang dibacakan Koordinator Lapangan Aksi Demo, Basilius M. Bovi itu mengajak para pemuda dan mahasiswa masuk ke dalam ruang rapat kantor gubernur untuk berdialog langsung dengan pemuda dan mahasiswa itu. Aksi demo damai ini dikawal dan diamankan secara ketat oleh pihak keamanan dari Polres Merauke. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Rumah yang dipindahkan umumnya berupa rumah panggung berbahan kayu. Bangunan ini dirancang tanpa menggunakan paku,…
Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…
Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…
Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…