Categories: MERAUKE

Tahun Ini, Pemprov Berusaha ‘Tutup Mata’

Terkait Penebangan Hutan Adat oleh Masyarakat Adat

MERAUKE- Pembentukan  DOB Provinsi di Provinsi Papua , salah  satunya dengan terbentuknya Provinsi Papua Selatan telah memberi dampak tersendiri pada masalah pengelolaan hutan atau kayu  milik masyarakat adat.

Pasalnya, dalam satu tahun ini  di 2023 tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan  mengaku terpaksa menutup mata  untuk pengelolaan hutan adat atau hutan rakyat tersebut.

‘’Tahun depan, peraturan akan kita jalankan. Perizinan semuanya akan kita rapikan. Tapi, untuk tahun ini, sebenarnya kita masih menutup mata,’’ kata Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Selatan Jujuk Irianto, S.Sos, ketika ditemui media ini.

Jujuk Irianto menjelaskan bahwa disatu sisi pembangunan terus berjalan dan tidak berhenti. Disisi lain terjadi kekosongan payung hukum, setelah  Papua Selatan terbentuk, pisah dari Provinsi Papua.  Apalagi, masyarakat adat pemilik hutan tersebut menebang  kayu mereka 2-5 meter kubik hanya untuk makan.   

‘’Kalau aturannya mereka harus membayar  setoran pajak melalui aplikasi  PDSH. Sementara kita punya masyarakat  ini belum memahami teknologi tersebut. Tapi, kita akan membantu masyarakat karena ini berkaitan dengan pemenuhi kebutuhan mereka sehari-hari,’’ jelasnya.

Agar hutan kayu yang dipotong dan diolah tersebut tetap pajaknya bisa dibayar, menurut Jujuk Irianto, nantinya  pembayaran  pajak PDSH tersebut lewat usaha pengumpul kayu.

‘’Kita sementara melakukan pendataan pengusaha pengumpul kayu di Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat. Para usaha pengumpul  ini yang akan membayar pajak dari kayu yang diambil tersebut ke negara,’’ tandasnya. (ulo)   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

4 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

5 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

9 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

9 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

16 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

17 hours ago