Categories: MERAUKE

Penolakan Paslon 01 Kampanye di Kimaam Masuk Pidana

Warga Kimaam saat menuju Pelabuhan Kimaam  untuk pasang sasi dan penolakan terhadap pasangan calon (Paslon)  01 Hendrik Mahuze,  Selasa (2/12). ( FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos)

MERAUKE-Ketua Bawaslu Kabupaten Merauke Oktafina Amtop, S.Sos mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Kimaam terkait penolakan yang dilakukan oleh salah satu tim pemenangan pasangan calon (Paslon)  terhadap calon bupati nomor urut 01, Hendrik Mahuze, S.Sos saat yang bersangkutan melakukan  kampanye di Kimaam, Selasa (1/12).    

   “Kami sudah mendapat informasi awal yang terjadi di Distrik Kimaam. Kejadiannya kemarin. Ada tanam sasi penolakan. Sesuai aturan, sebenarnya itu tidak boleh terjadi adanya larangan atau penolakan. Karena semua Paslon mempunyai  hak yang sama  untuk melakukan kampanye  di suatu daerah dan itu diatur dalam UU. Tapi  larangan atau penolakan apalagi dengan cara tanam sasi atau secara adat tidak dibenarkan. Karena ini informasi awal, kami dari Bawaslu pasti menidaklanjuti,” tandas Oktafina Amtop, kepada wartawan, Rabu (2/12).

   Menurut Oktafina Antop, larangan tersebut merupakan sebuah pelanggaran karena menghalang-halangi dalam masa kampanye. Oktafina Amtop menjelaskan bahwa jika  kejadian tersebut benar terjadi, maka itu sudah masuk dalam sebuah pelanggaran  dan masuk ranah pidana Pemilu. “Karena dia melarang Paslon dari 01, sementara dalam aturannya tidak boleh,’’ tandas Oktafina Amtop.

   Sementara itu, Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung  Sangaji,  M.Hum menegaskan bahwa kelompok  yang melakukan pelarangan  terhadap Paslon tertentu  untuk melakukan kampanye akan ditindakpidanakan dengan pidana pemilu. “Kasihan masyarakat. Kita sampai kapan. Beta akan berpihak kepada 3 Paslon tapi beta akan berpihak kepada orang yang baik-baik. Yang kurang ajar kita kasih hadiah  supaya sadar diri. Bertahun-tahun dibesarkan di sini (Merauke,red) kenapa ancam-ancam orang. Pakai saksi-saksi sampai alasan tidak pantas lagi. Dengan begini-begini  pasti kalah. Kalau mereka menang,  pasti menyangkut intimidasi dan kejahatan. Kasihan begitu lho. Demokrasi mau dijualbelikan apa lagi,” tandas Kapolres. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

4 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

6 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

7 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

8 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

9 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

10 hours ago