Categories: MERAUKE

Pemprov Diberikan Target Investasi Rp 1,87 Triliun

MERAUKE– Pemerintah Pusat melalui Kementrian Investasi Republik Indonesia  memberikan target investasi kepada Provinsi Papua Selatan di tahun 2024 yang harus direalisasikan sebesar Rp 1,87 triliun.

‘’Pemerintah pusta lewat Kementrian Investasi membereikan target kepada pemerintah Provinsi Papua Selatan sebesar Rp 1,87 triliun. Target ini harus bisa direalisasikan sampai 10 Januari 2025,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan Petrus Assem, S.Sos, M.Si pada dialog investasi gubernur bersama investor dalam rangka percepatan investasi dan permasalahannya di Provinsi Papua Selatan, Selasa (30/04/2024).   

Petrus Assem mengungkapkan, pihaknya telah membagi target tersebut ke-4 kabupaten cakupan wilayah Provinsi Papua Selatan dan telah mengirim surat kepada kepala dinas penanaman modal dan PTSP di 4 kabupaten sehingga ada giat-giat untuk mendapat investasi tentunya kerja sama dengan Pemprov Papua Selatan.

‘’Investasi terbesar tentunya ada di Kabupaten Merauke disusul Kabupoaten Boven Digoe, diikuti Kabupaten Mappi dan Asmat,’’ jelasnya.

Dikatakan dari perkembangan investasi di Papua Selatan sampai sekarang ini dengan jumlah Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak  274 perusahaan. Dimana PMA  sebanyak 5 perusahaan dengan nilai investasi Rp 5,31 triliun. Sementara PMDN sebanyak  228 perusahaan dengan nilai investasi Rp 3,64 T.

‘’Sedangkan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Papua baik perusahan asing maupun dalam negeri untuk orang asing sebanyak 61 orang dan tenaga kerja Indonesia termasuk orang asli Papua sebanyak 16.673 orang,’’ katanya.

  Sementara itu, Pj Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT, mengatakan, tujuan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakat.

Namun untuk membiayai pembangunan ini, dibutuhkan investasi. Tidak ada pembangunan yang bisa dilakukan tanpa investasi. Karena itu, tugas pemerintah adalah menciptakan iklim dan suasana investasi yang kondusif.

Menciptakan rasa aman bagi para investor untuk menanamkan modalnya serta adanya  kepastian hukum bagi para investor baik penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri.

‘’Investasi yang banyak dapat mendorong aktivitas ekonomi di negara khususnya daerah kita bisa berjalan dengan baik. Selain pertumbuhan ekonomi, investasi juga bermanfaat untuk penyerapan tenaga kerja. Karena semakin banyak tenaga kerja yang terserap dalam berbagai bidang, maka akan membantu masyarakat kita mencapai kesejahteraan. Karena negara belum mampu untuk mensejahterakan masyarakat, sehingga kehadiran swasta, investor akan membantu upaya pemerintah untuk mensejahterakan rakyat,’’ katanya. (ulo)

  

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

8 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

11 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

13 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

14 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

15 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

16 hours ago