

Bupati Keerom, Piter Gusbager menerima kunjungan BPK RI perwakilan Papua di ruang kerjanya, Kamis (5/3). (foto:Istimewa)
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager menerima kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Papua, Kamis (5/3).
BPK RI Perwakilan Papua yang hadir, Pengendali Teknis II, Setya Adie Pratama, Ketua tim, Resi Juliana Situmorang dan anggota lainnya. Bupati Piter Gusbager menjelaskan bahwa pertemuan dengan BPK RI membahas Exit Meeting mengakhiri 40 hari pemeriksaan pendahuluan. Pemerintah Kabupaten Keerom mendengar langsung catatan-catatan yang disampaikan oleh BPK terkait hasil pemeriksaan tahun 2025.
Setelah menerima masukan dan catatan-catatan dari BPK, Bupati Gusbager langsung memberikan arahan kepada TAPD dan dinas terkait agar segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, pemeriksaan dari BPK ini merupakan hal yang luar biasa sehingga perlu tertib, antisipasi dan patuh dalam pengelolaan keuangan di Kabupaten Keerom.
Pemerintah Kabupaten Keerom selama 7 tahun mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, tentu tujuannya agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Harus ada korelasi positif antara WTP dengan perkembangan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Keerom,” ungkapnya.
Untuk itu Bupati dua periode itu meminta kepada setiap pimpinan OPD segera melengkapi catatan-catatan yang telah diberikan sebelum bulan April agar pada saat pemeriksaan berkas-berkas sudah lengkap.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…